berita  

Kecelakaan Hoist Konstruksi Tewaskan 7 Orang di Sekolah Lampung

Kecelakaan Hoist Konstruksi Tewaskan 7 Orang di Sekolah Lampung
Kecelakaan Hoist Konstruksi Tewaskan 7 Orang di Sekolah Lampung

Rilidigital – Sedikitnya tujuh pekerja konstruksi tewas setelah kerekan konstruksi runtuh di sebuah gedung sekolah di Bandar Lampung, yang terletak di ujung selatan Sumatera, Rabu. Namun, pada awalnya, seorang satpam mengatakan kepada wartawan yang berkunjung bahwa tidak terjadi apa-apa.

Insiden itu juga mengakibatkan dua pekerja luka parah.

Manajemen Pesantren Azzahra Bandar Lampung tak segera melaporkan kejadian maut itu ke polisi. Gedung sekolah tersebut terletak di depan Mapolrestabes Bandar Lampung di Jalan DI Pandjaitan di ibu kota provinsi Lampung.

Satpam yang di ketahui bernama Arifan Hidayat itu mengaku tidak melihat apa-apa saat wartawan tiba di lokasi dan mengajukan pertanyaan.

“Tidak terjadi apa-apa di sini. Saya shift malam, dan pekerja shift sore tidak mengatakan apa-apa kepada saya,” kata Arifan.

Baca juga: Jakarta Menggenjot Upaya Vaksinasi Dan Sterilisasi Rabies

Namun, ketika petugas polisi tiba di lokasi setelah mendapat informasi dari Rumah Sakit Bumi Waras terdekat yang menerima para korban, Arifan tidak bisa berbohong. Dia memberi tahu petugas bahwa lift itu membawa sembilan pekerja laki-laki ketika runtuh. Dia juga menyebutkan bahwa dia telah membantu mengevakuasi para korban ke mobil.

“Itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat para pekerja bersiap pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya di lantai atas,” kata Arifan. “Segera setelah itu terjadi, saya membantu membawa korban ke mobil. Kesembilan korban adalah laki-laki dewasa.”

Dia menambahkan, para korban di angkut ke rumah sakit dengan empat mobil.

Polres Bandar Lampung telah menyatakan bahwa penyelidikan sedang di lakukan untuk menentukan apakah insiden itu melibatkan kelalaian pidana. Ketua Kom. Dennis Arya Putra, ketua penyidik, menyatakan pihaknya sedang menginterogasi saksi dan mengumpulkan barang bukti dari tempat kejadian perkara.

“Saat kejadian, manajemen sekolah tidak membuat laporan ke polisi,” kata Dennis. “Kami mengetahui kejadian itu dari seseorang di RS Bumi Waras, dan kami langsung mengirim tim untuk menyelidiki tempat kejadian.”

Adapun identitas korban meninggal adalah sebagai berikut:

  1. Udin, 65 tahun, berdomisili di Jalan Pangeran Emir M. Noer, Bandar Lampung.
  2. Rahmatullah, 38, berdomisili di Jalan AMD Tanjung Jati, Bandar Lampung.
  3. Selamet Saparudin, 44, berdomisili di Jalan AMD Kota Jawa No. 21, Bandar Lampung.
  4. Romi, 32, berdomisili di Jalan Dr. Harun 1, Bandar Lampung.
  5. Edi Mulyono, 38, berdomisili di Jalan Suban Marbau Mataram, Lampung Selatan.
  6. Asep Nursyamsi, 39, berdomisili di Tanjung Jati, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung.
  7. Ahmad Burhan, 39, berdomisili di Jalan Bungur, Bandar Lampung.

Dua pekerja lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit. Identitas mereka adalah Sutaji bin Matdasin, 26, dan Herizal bin Matsim, 41.

Jasa Rilidigital