berita  

Kasus Pembunuhan Vina di Tengah Tuduhan Penghentian Persidangan Polisi Menginterogasi 68 Saksi Dalam

Kasus Pembunuhan Vina di Tengah Tuduhan Penghentian Persidangan Polisi Menginterogasi 68 Saksi Dalam
Kasus Pembunuhan Vina di Tengah Tuduhan Penghentian Persidangan Polisi Menginterogasi 68 Saksi Dalam

Rilidigital.com, Jakarta – Kasus Pembunuhan Vina di Tengah Tuduhan Penghentian Persidangan Polisi Menginterogasi 68 Saksi Dalam, Polda Jawa Barat telah memeriksa 68 saksi dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan pacarnya Muhammad Rizky Rudiana

pada tahun 2016 setelah delapan terpidana, termasuk tujuh orang yang menjalani hukuman seumur hidup, mencabut pengakuan mereka sebelumnya, dengan alasan penyiksaan dan penganiayaan oleh penyidik.

Persatuan Pengacara Indonesia (Peradi) baru-baru ini menawarkan bantuan hukum kepada salah satu terpidana setelah mengetahui adanya inkonsistensi antara temuan polisi dan dakwaan jaksa.

Ketua Peradi Otto Hasibuan mengatakan asosiasi dapat mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung untuk menentang putusan tersebut.

Tersangka kesembilan dalam kasus ini, yang di tangkap bulan lalu setelah hampir delapan tahun bersembunyi,

membantah melakukan kesalahan, sementara narapidana lainnya mengatakan mereka tidak mengenalnya.

“Direktorat Reserse Kriminal hingga saat ini telah memeriksa 68 saksi dengan dukungan ahli,” kata Juru Bicara Polda Jabar Kompol. Jules Abraham Abast mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Para ahli termasuk psikolog untuk menanyakan kondisi mental tersangka kesembilan,

yang di identifikasi sebagai Pegi Setiawan, dan anggota keluarganya yang dipanggil sebagai saksi, tambahnya.

“Kami berharap penggunaan psikologi forensik akan membantu mencerahkan penyelidikan kejahatan yang sedang berlangsung,” kata Jules.

Jules mengatakan polisi menjaga profesionalisme dan transparansi dalam mengusut kasus ini, dan Komisi

Kepolisian Nasional dan Komnas HAM terus memantau secara ketat penanganan polisi terhadap kasus tersebut.

Polisi mengklaim Vina dan Rizky di bunuh oleh 11 anggota geng motor dan

Vina di perkosa sebelum kematiannya pada 27 Agustus 2016, di kota Cirebon, Jawa Barat.

Mayat mereka di temukan di jalan layang di kota keesokan harinya.

Klaim tersebut kini menjadi sorotan publik karena adanya kejanggalan yang muncul.

Polisi Menginterogasi 68 Saksi dalam Kasus Pembunuhan Vina di Tengah Tuduhan Penghentian Persidangan

Misalnya, baik dakwaan jaksa maupun putusan hakim mengidentifikasi 11 pembunuh, namun polisi baru-baru ini menyatakan bahwa hanya ada sembilan tersangka.

Selain itu, terdapat perbedaan antara hasil otopsi dengan keterangan dalam dakwaan dan putusan.

“Hasil otopsi menyatakan kedua korban mengalami trauma, namun dalam dakwaan di sebutkan mereka menderita luka akibat senjata tajam seperti pedang samurai.

Inkonsistensi tersebut perlu kita kaji terlebih dahulu sebelum mengajukan judicial review,” kata Otto, Jumat.

Pengacara lain yang mewakili lima dari delapan narapidana juga mempertanyakan penolakan polisi untuk mengambil data dari kamera keamanan di dekat lokasi

pembunuhan dan meminta semua narapidana menjalani tes DNA untuk memverifikasi klaim pemerkosaan.

Jasa Rilidigital