Jokowi Peringatkan Perpecahan Politik Jelang Pemilu

Jokowi Peringatkan Perpecahan Politik Jelang Pemilu
Jokowi Peringatkan Perpecahan Politik Jelang Pemilu

Rilidigital Jakarta –  Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada hari Minggu menyampaikan pesan persatuan dan memperingatkan agar tidak terlibat dalam taktik memecah belah yang dapat merusak tatanan bangsa menjelang pemilihan presiden dan parlemen mendatang.

Dalam upacara peringatan 25 tahun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Solo, kampung halamannya, Presiden Jokowi mengimbau pemilih tetap menjaga kerukunan meski berbeda pilihan politik.

Dia secara khusus memperingatkan tentang ujaran kebencian dan penggunaan agama untuk mempermalukan lawan politik.

“Mohon tidak ada ujaran kebencian, tidak ada berita bohong, dan tidak ada fitnah, apalagi berkedok agama seperti pada pemilu-pemilu sebelumnya. Saya sering geleng-geleng kepala kalau membaca konten medsos,” kata Jokowi.

Baca juga: Masa Depan Bangsa Bergantung Pada Kesempatan Anak-Anak Untuk Tumbuh: Presiden

Menjelang masa jabatan kedua dan terakhirnya yang akan berakhir tahun depan, Presiden Jokowi menekankan bahwa dalam masyarakat demokratis, memiliki pilihan yang berbeda adalah hal yang wajar.

“Anda tahu bahwa para pemimpin partai sering makan dan minum kopi bersama, begitu juga calon presiden. Mengapa para pemilih harus terlibat dalam konflik berkepanjangan?” kata Jokowi.

Presiden mengingatkan bahwa pemilu menjadi momen bagi warga negara Indonesia untuk merayakan

kebebasannya dalam memilih pemimpin politik dan menggunakan hak-hak dasarnya,

menekankan bahwa prosesnya harus menjadi momen yang menyenangkan, bebas dari rasa takut dan pertengkaran.

Sepanjang karir politiknya, Presiden Jokowi secara pribadi telah merasakan dampak negatif dari ujaran kebencian dan tuduhan fitnah selama pemilu sebelumnya.

Dia telah di gambarkan secara salah sebagai seorang Kristen keturunan Tionghoa yang di besarkan oleh

keluarga komunis, di antara tuduhan tak berdasar lainnya. Selain itu, ia menghadapi klaim tidak berdasar yang mempertanyakan keabsahan ijazahnya dari Universitas Gadjah Mada.

Jasa Rilidigital