berita  

Jakarta Tetap Bebas Rabies Meski Kasus Gigitan Hewan Meningkat

Jakarta Tetap Bebas Rabies Meski Kasus Gigitan Hewan Meningkat
Jakarta Tetap Bebas Rabies Meski Kasus Gigitan Hewan Meningkat

Rilidigital – Ibukota jakarta tetap bebas rabies meskipun terjadi peningkatan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sebanyak 206 laporan pada Juni 2023 dari sejumlah rumah sakit dan puskesmas di kota itu, kata Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Ngabila Salama menjelaskan selama Juni terjadi akumulasi 1.733 kasus GHPR di Jakarta, meningkat 206 kasus dari total 1.527 kasus pada Mei 2023.

“Ada 1.733 kasus GHPR pada Juni 2023 di Jakarta yang di laporkan dari lima rumah sakit yakni dua rumah sakit rujukan di Jakarta, dua rumah sakit, dan satu rumah sakit swasta di Jakarta,” katanya, Minggu.

Ia menyampaikan kasus gigitan tersebut berasal dari kucing, anjing, monyet, dan kelelawar. Berdasarkan data 194 rumah sakit dan 44 puskesmas di Jakarta pada 2023, Salama mengatakan tidak ada kasus positif rabies dan tidak ada kematian akibat gi gitan hewan, hanya jumlah orang yang di gigit hewan.

Sejak tahun 2004, Jakarta tetap menjadi daerah bebas rabies yang di tetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 566/Kpts/PD.640/10/2004 tentang Pencanangan Provinsi DKI Jakarta Bebas Rabies.

“Kami menghimbau agar pencegahan di lakukan dengan lebih sensitif bagi anak-anak, lansia, kelompok di sabilitas,

pemelihara hewan, dan masyarakat lainnya untuk menghindari lokasi tertentu yang terdapat anjing untuk

menghindari gigitan,” imbaunya.

Baca juga:  Wakil Gubernur Awasi Anak Untuk Menekan Angka Kekerasan di Batam

Dinas kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan lingkungan setempat dalam pencegahan
gigitan anjing dan kucing, terutama di kawasan pemukiman.

Pemilik kucing dan anjing juga harus rutin melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaannya di klinik hewan terdekat, tambah Salama.

Adapun sebaran kasus GHPR Jakarta selama Januari-Juni 2023, dia menginformasikan sebagian besar kasus

berasal dari luar daerah, yakni sebanyak 418 kasus.

Sementara untuk Jakarta Selatan sebanyak 154 kasus, Jakarta Pusat 156 kasus,

Jakarta Barat 260 kasus, Jakarta Timur 369 kasus, dan Jakarta Utara 736 kasus.

Kemudian, laporan kasus GHPR di dua RS rujukan di Jakarta,

yakni RS Umum Tarakan sebanyak 802 kasus dan RS Sulanti Saroso 926 kasus.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengatakan akan terus

memperkuat kebijakan dan strategi peningkatan cakupan vaksinasi rabies secara berkelanjutan untuk anjing,

kucing, dan hewan penular rabies (HPR) lainnya untuk menjaga Jakarta bebas rabies. .

Pemerintah provinsi menargetkan untuk memvaksinasi 43.000 HPR. Saat ini realisasinya mencapai 37,7 persen. Hingga saat ini, terdapat 3.146 anjing dan 13.280 kucing yang mendapatkan vaksinasi rabies.

Jasa Rilidigital