Jakarta Mengurangi Stunting Hingga 20 Persen Dalam Tiga Bulan: Resmi

Jakarta Mengurangi Stunting Hingga 20 Persen Dalam Tiga Bulan: Resmi
Jakarta Mengurangi Stunting Hingga 20 Persen Dalam Tiga Bulan: Resmi

Rilidigital – Pemprov DKI Jakarta berhasil menurunkan angka stunting di kota tersebut hingga 20 persen dalam tiga bulan terakhir, kata Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

“Dalam tiga bulan terakhir, kami berhasil menekan angka stunting hingga 20 persen,” kata Hartono usai mengikuti rapat koordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Balai Kota Jakarta, Senin.

Ia mencatat sebanyak 36 ribu balita di nyatakan bermasalah gizi dan rawan stunting. Angka tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan 250 ribu balita berdasarkan tinggi dan berat badan dalam program pengentasan stunting.

Menurut Menkes, balita tersebut berisiko mengalami stunting yang biasanya di sebabkan oleh gizi buruk. Saat ini, sekitar 21 ribu anak stunting di Jakarta membutuhkan penanganan hingga sembuh.

“Menteri Sadikin selalu mencari anak-anak yang rawan stunting di Jakarta. Sampai saat ini ada 21 ribu anak stunting di Jakarta. Mereka harus kita jaga,” ujarnya.

Apalagi, Menkeu mencatat angka stunting di Jakarta terus berfluktuasi, mengingat pergerakan penduduk yang masif di ibu kota.

Pada kesempatan yang sama, Sadikin mengatakan pihaknya berencana membentuk gerakan kolaborasi sosial mengatasi stunting di 50 kabupaten dan kota di Indonesia melalui Gerakan Anak Sehat.

Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Menggelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Tentang P2APBD 2022

Kabupaten dan kota tersebut tersebar di lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara, dengan jumlah kasus stunting tertinggi dan mencapai 51 persen kasus secara nasional.

Sebelumnya, Hartono mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan kasus stunting.

“Saya minta dinas terkait di Jakarta untuk terus mencari kasus stunting. Jangan heran jika nanti kasus stunting di Jakarta mulai meningkat karena kita akan selalu mencari kasus dan menanganinya,” ujarnya.

Hartono mengatakan, pihaknya terus mencari balita yang mengalami stunting untuk kemudian di bantu mendapatkan penanganan.

Hartono mengatakan, Pemprov secara rutin melakukan pertemuan terkait data stunting setiap tiga bulan untuk menangani kasus tersebut secara cepat dan akurat.

“Rapat di adakan setiap tiga bulan sekali. Saya minta kepada jajaran pemerintah daerah untuk rutin mengupdate informasi terkait stunting sebagai upaya kita mewujudkan generasi yang sehat,” ujarnya.

Jasa Rilidigital