berita  

Jakarta mengimbau pemangku kepentingan untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak

Jakarta mengimbau pemangku kepentingan untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak
Jakarta mengimbau pemangku kepentingan untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak

RilidigitalDinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau para pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk lebih berperan aktif dalam mendukung imunisasi anak agar cakupan dan kualitasnya lebih baik serta pemerataan.

Aktor akar rumput seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting untuk menciptakan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

Dalam Pekan Imunisasi Dunia 2023 di Jakarta, Sabtu, ia mengimbau puskesmas agar lebih banyak bekerja sama dengan fasilitas kesehatan di daerah untuk melengkapi imunisasi anak di bawah usia lima tahun.

“Mari bersama-sama kita lengkapi imunisasi setiap anak di Jakarta agar Indonesia memiliki generasi anak emas sebagai penerus kita semua,” ujarnya.

Menurut Ruspitawati, keberhasilan melindungi anak dari penyakit merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Jakarta.

Penurunan cakupan imunisasi Jakarta pada 2020 dan 2021 menyebabkan beberapa penyakit seperti di  fteri, campak, dan TBC kembali muncul.

Ia menginformasikan Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2020 mencapai 70,09 per 100 ribu kelahiran hidup,

meningkat pada tahun 2021 menjadi 76,49 per 100 ribu kelahiran hidup, dengan 45,39 persen kematian di sebabkan oleh COVID-19.

Kemudian, pada tahun 2022 mencapai 74,80 per 100 ribu kelahiran hidup.

Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) terus menurun dari 3,14 per 1.000 kelahiran hidup pada

tahun 2018 menjadi 1,64 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2021 dan selanjutnya menjadi 4,37 per

1.000 kelahiran hidup pada tahun 2022.

Ia menyoroti AKI dan AKB sudah lebih rendah dari target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional) 2019–2024 tahun 2024 sebesar 183 untuk AKI dan 16 untuk AKB.

“Namun, ketika saya melihat keunggulan akses fasilitas kesehatan di Jakarta, seharusnya AKI dan AKB bisa lebih di tekan lagi,” ujarnya.

Jasa Rilidigital