Investasi produsen mobil listrik Amerika

Investasi produsen mobil listrik Amerika
Investasi produsen mobil listrik Amerika

RILIDIGITAL.COMMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

mengatakan bahwa negosiasi dengan produsen mobil listrik Amerika Serikat terkait investasi

di ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia berjalan dengan baik.

Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perkembangan pembicaraan tersebut

karena Pemerintah Indonesia masih terikat oleh perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) dengan perusahaan Amerika tersebut.

“Memang saat ini kita hanya memiliki NDA (dengan perusahaan tersebut), tetapi saya pikir kita sudah memiliki kemajuan (negosiasi) yang baik,” ujarnya

dalam sebuah wawancara dengan media pada peluncuran “Kebijakan Bantuan Pemerintah untuk Kendaraan Listrik Berbasis Baterai” pada hari Senin malam.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Luhut dan sejumlah pejabat dari kementerian terkait mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 10% tahun ini untuk pembelian mobil dan bus listrik.

Luhut mengatakan bahwa pemberian bantuan pemerintah dan insentif fiskal untuk pembelian mobil listrik di harapkan dapat menarik investasi dari produsen kendaraan asing ke Indonesia.

Investasi produsen mobil listrik Amerika

Namun, ia enggan menjawab pertanyaan mengenai ketertarikan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc. untuk membangun pabrik di Indonesia.

“Saya masih harus mematuhi NDA (sehingga tidak bisa memberikan jawaban),” katanya.

Dia menginformasikan bahwa kementeriannya juga sedang dalam negosiasi investasi dengan produsen mobil asal China, BYD.

Sejumlah produsen mobil listrik asing lainnya, seperti perusahaan Korea Selatan Hyundai dan perusahaan Cina Wuling, telah membangun pabrik mereka dan mulai memproduksi kendaraan di Indonesia.

Hyundai memiliki rencana untuk membangun pabrik baru di Indonesia, tambahnya.

Selain mobil dan bus listrik, Pemerintah Indonesia juga memberikan insentif sebesar Rp7 juta (US$455,21) per unit untuk pembelian sepeda motor listrik dan juga melalui program konversi sepeda motor konvensional ke listrik.

Pemerintah menargetkan untuk memberikan bantuan kepada 250 ribu sepeda motor tahun ini

200 ribu unit sepeda motor listrik yang baru di beli dan 50 ribu unit sepeda motor konvensional yang dikonversi.

Insentif untuk pembelian dan konversi sepeda motor listrik mulai berlaku mulai Senin (20 Maret 2023).

Jasa Rilidigital