Ingin Menangis dan Bangga saat Bawakan Lagu Karya Buyutnya, WR. Soepratman, Kata Antea

Antea Putri Turk (kanan) keturunan ke 4 dari WR. Soepratman (foto dok)

Momen Hari Sumpah Pemuda yang ke 94 kali ini sangat terasa berbeda bagi yang hadir di Museum Sumpah Pemuda Jakarta karena dihari dimana dulu lagu Indonesia di buat oleh Wage Rudolf Soepratman dinyanyikan lagi oleh keturunan langsung dari beliau.

Ya selepas upacara bendera di halaman Gedung Museum Sumpah Pemuda, panitia melanjutkan dengan acara pembukaan P ameran Temporer Pergerakan Wanita bertajuk “Swara Iboe”.

Saat itulah Antea Putri Turk menyanyikan lagu asli ciptaan kakek buyutnya yang masih 3 stanza dan dengan lirik yang belum di gubah.

Lagu tersebut lebih lama dibanding versi Indonesia Raya saat ini dan Tea membawakan lagu itu dengan apik dan sangat menjiawai.

Antea Putri Turk (foto dok)

Saat Tajuk24.com, tanya bagaimana perasaannya membawakan lagu milik kakek buyutnya sendiri,

“Masih gemetar dan suka menahan tangis,” sahut pelajar SMP Samperna yang lahir pada 20 Desember 2008 ini.

Tea atau Antea Putri Turk adalah putri dari dr. Dario Turk dan Endang Wahyuningsih Josoprawiro.

Secara garis keturunan dari Wage Rudolf Soepratman Tea adalah cicit buyut dari Ngadini Soepratini yang kakak kandung dari sang Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Darah seninya terlihat sejak kecil yang bisa jadi adalah warisan dari keluarga WR. Soepratman juga.

Hari ini mungkin tak akan dilupakan Tea karena ia membawakan lagu asli sang kakek buyut yang menjadi bagian sejarah Indonesia selamanya.

Ada beberapa proyek yang sedang dikerjakan oleh Antea, salah satunya adalah merekam ulang beberapa lagu karya sang Kakek termasuk yang jarang orang tahu lagu Ibu Kita Kartini itu ciptaan lajang yang lahir di Jatinegara ini.

Jasa Rilidigital