berita  

Indonesia, Yordania untuk mempromosikan Islam yang moderat dan damai

Indonesia, Yordania untuk mempromosikan Islam yang moderat dan damai
Indonesia, Yordania untuk mempromosikan Islam yang moderat dan damai

Rilidigital  –  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel, dan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Abdallah Suliman Abdallah Abu Romman, sepakat untuk mempromosikan Islam yang moderat dan damai.

“Tujuan kami adalah menunjukkan bahwa Islam itu damai. Kami mencegah paham takfiri atau memberi label pada orang lain,” kata Dahniel dalam keterangan yang di terima di Jakarta, Rabu.

Hal itu di sampaikannya usai pertemuan dengan Dubes Romman di Kantor Pusat BNPT di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/5/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Dahniel menekankan pentingnya menampilkan citra Islam yang moderat dan damai kepada publik.

Salah satu strategi Indonesia untuk menangani aksi kekerasan adalah dengan menghadirkan tokoh agama dan intelektual yang moderat, katanya.

“Kami sangat menyadari ide-ide yang menggunakan simbol-simbol Islam untuk menyebarkan kekerasan dan kebencian. Oleh karena itu, kami menghadirkan tokoh-tokoh agama dan intelektual untuk melawan doktrin-doktrin tersebut,” ujarnya.

Menurut Dubes Romman, kerja sama Indonesia-Yordania selama ini berjalan efektif karena adanya kesamaan aspirasi antara kedua negara.

“Hubungan kerja sama ini sudah berlangsung lama dan terbukti efektif karena Indonesia dan Yordania memiliki gagasan yang sama, yaitu menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya,” ujarnya.

Terkait bantuan tokoh agama dalam upaya menangkal ideologi kekerasan, ia mengatakan Yordania bersedia mengirimkan ulamanya ke Indonesia untuk membantu misi tersebut.

“Ulama dari Yordania bisa datang dan membantu melawan persepsi yang menyesatkan tentang Islam,” tambahnya.

Selama ini, Indonesia dan Yordania telah berperan aktif dalam upaya penanggulangan terorisme

berdasarkan nota kesepahaman yang di tandatangani oleh BNPT dan Menteri Dalam Negeri Yordania pada tahun 2021.

Peran aktif kedua negara dalam penanggulangan terorisme juga telah di tunjukkan dengan di

selenggarakannya Proses Aqaba di Indonesia pada tahun 2022, inisiatif Raja Abdullah II dari Kerajaan Yordania.

Proses Aqaba telah menyatukan 16 negara untuk meningkatkan koordinasi penanggulangan terorisme di tingkat global.

Jasa Rilidigital