Indonesia Menyita 80 Kapal Penangkap Ikan Ilegal pada Semester Pertama 2024, Laporan KKP

Indonesia Menyita 80 Kapal Penangkap Ikan Ilegal pada Semester Pertama 2024, Laporan KKP
Indonesia Menyita 80 Kapal Penangkap Ikan Ilegal pada Semester Pertama 2024, Laporan KKP

Rilidigital.com, Jakarta – Indonesia Menyita 80 Kapal Penangkap Ikan Ilegal pada Semester Pertama 2024, Laporan KKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan telah di tangkapnya 80 kapal yang terlibat penangkapan ikan ilegal, baik dalam negeri maupun luar negeri, pada paruh pertama tahun 2024.

“Tahun ini kami menyita 80 kapal yang terdiri dari 69 kapal lokal dan 11 kapal asing,” kata Pung Nugroho Saksono,

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), berbicara dari Jakarta, Jumat.

Pung merinci, di antara kapal asing yang di cegat, kapal Vietnam di tangkap di sisi barat Indonesia, sedangkan kapal Filipina di tangkap di sisi timur.

Baru-baru ini, kapal Rusia Run Zheng 03 sedang di selidiki. Kapal Rusia lainnya, Run Zheng 05, melarikan diri ke Papua Nugini (PNG), memicu peringatan internasional.

“Kami sudah melapor ke Interpol dan meminta penahanan, penangkapan, dan perundingan pengembalian mereka ke Indonesia dari PNG,” jelasnya.

Pung menyoroti, kasus penangkapan ikan ilegal tidak hanya terjadi pada kapal asing saja, namun juga terjadi pada kapal dalam negeri.

Kapal-kapal lokal seringkali melakukan penangkapan ikan ilegal karena izinnya telah habis masa berlakunya atau penggunaan alat penangkapan ikan yang dilarang.

“Wilayah yang paling rawan terjadinya illegal fishing antara lain perairan sekitar Natuna, Sulawesi Utara, Maluku, dan Laut Arafura,” tegasnya.

“Kami meningkatkan pengawasan terhadap penangkapan ikan ilegal melalui sarana teknologi.

Kami mengoperasikan pusat kendali untuk memantau aktivitas kapal, memastikan kepatuhan terhadap wilayah penangkapan ikan yang di tentukan,” tambahnya.

Menurut Pung, strategi pengawasan yang di lakukan KKP antara lain penguatan pengawasan

di zona risiko tinggi, pemanfaatan teknologi informasi, data intelijen, dan laporan masyarakat.

Selain itu, mereka bekerja sama erat dengan TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta mitra internasional seperti Malaysia dan Australia.

Jasa Rilidigital