berita  

Guru Muda Di intimidasi Usai Melaporkan Dugaan Korupsi di Jabar

Guru Muda Diintimidasi Usai Melaporkan Dugaan Korupsi di Jabar
Guru Muda Diintimidasi Usai Melaporkan Dugaan Korupsi di Jabar

Rilidigital – , guru muda di sekolah menengah itu mengaku di minta membayar uang untuk mengikuti program pelatihan pemerintah.

Sang guru, Husein Ali Rafsanjani (27), mengatakan, kejadian itu terjadi pada tahun 2020 saat menerima surat tugas sebagai PNS di Kabupaten Pangandaran, dan harus mengikuti pelatihan di Bandung, ibu kota provinsi.

Saat itu, ia di minta membayar Rp270.000 (sekitar US$8,6) untuk biaya transportasi. Tapi Husein yakin pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk transportasi.

Selama pelatihan, ia kembali di tuntut membayar Rp310.000 lagi (sekitar US$21) tanpa mendapat penjelasan apapun.

Husein akhirnya memutuskan untuk membocorkan rahasia, kemudian tiba-tiba di panggil oleh pegawai negeri dan sumber daya manusia di Pangandaran.

“Waktu sidang kurang lebih enam jam di kantor,” kata Husein.

Dia di suruh mencatat laporannya dan di ancam akan di pecat karena “mencemarkan nama baik institusi”.

“Dengan polosnya saya bilang, baiklah saya minta surat pemutusan hubungan kerja hari ini,” kenangnya.

Kasusnya mendapat perhatian besar secara online, dan mantan Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti yang populer, yang tinggal di Pangandaran, mengatakan akan membawa kasus ini ke bupati.

Guru Muda Diintimidasi Usai Melaporkan Dugaan Korupsi di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turun tangan setelah kasus tersebut viral. Dia mengundang Husein ke kantornya di Gedung Sate (Gedung Sate) dan membujuk Husein untuk berubah pikiran tentang mengundurkan diri.

Husein lulus dari Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Dia mengambil jurusan musik.

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan sulit menjadi PNS, sehingga meminta Husein tetap bekerja sebagai guru. Ia pun membuka kemungkinan untuk menjadikan Husein sebagai guru SMA.

Lebih lanjut, Ridwan meminta Bupati Pangandaran untuk sementara waktu menon-aktifkan Kepala Dinas Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (SDM) kabupaten.

Namun Ridwan Kamil menjelaskan di Instagram tentang kemungkinan kesalahpahaman. Menurut pemerintah Pangandaran, anggaran yang di persoalkan Husein dalam kasus 2020 di hapus karena COVID-19.

Gubernur kini berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak dan berupaya menghindari kasus serupa di masa mendatang.

“Kami juga memberikan opsi yang sesuai, mudah-mudahan baik untuk Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga untuk Husein. Insya Allah endingnya baik untuk semua,” ujar Gubernur Ridwan Kamil.

US$1: Rp14.744 (angka saat ini)

Jasa Rilidigital