Gunung Semeru Terpantau Keluarkan 4 Kali Letusan Setinggi 700 Meter, Status Masih Siaga

Visual Gunung Semeru keluarkan letusan asap terpantau dari dusun Kajar Kuning, Senin (31/10/2022) Sumber : tim tvone/Wawan Sugiarto

Lumajang, Jawa Timur – Aktivitas gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur hingga saat ini masih fluktuatif. Gunung tertinggi di pulau Jawa ini masih berstatus siaga (level 3). Guguran lava pijar, juga masih terlihat secara jelas pada malam hari di saat cuaca cerah.

Sementara itu, dikutip berdasarkan data dari Pos pengamatan gunung api Semeru di Pos Sawur desa Sumberwuluh, kecamatan Candipuro, tercatat dari hasil periode pengamatan hari Senin (31/10/2022) selama kurun waktu enam jam terakhir ( 00.00 – 06.00 wib) secara visual gunung setinggi 3.676 Mdpl ini terlihat sangat jelas namun asap kawah tidak teramati.

Tercatat pula, teramati  4 kali letusan dengan tinggi asap kurang-lebih 200 Р700 meter dari puncak kawah,dengan warna asap putih kelabu, condong ke arah utara selatan.

Sedangkan, secara Kegempaan telah terjadi 14 kali letusan, 2 kali hembusan serta 1 kali tektonik jauh. Dengan kondisi aktifitas gunung Semeru yang masih fluktuatif dan masih berstatus siaga (level 3), Badan Geologi PVMBG, tetap menghimbu kepada warga dan masyarakat, agar senantiasa mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan diantaranya, warga dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Disamping itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Warga juga dimintai mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi juga terus mengingatkan warga agar tetap mematuhi semua rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang.

“Untuk warga terutama yang beraktifitas maupun berada disekitar hilir sungai yang berhulu di Gunung Semeru, agar tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari ¬†Gunung Semeru. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya, patuhi rekomendasi yang telah diberikan,” jelas Patria, Senin (31/10).

Kepada para penambang pasir, Patria juga menghimbau agar semakin meningkatkan kewaspadaannya, mengingat akhir -akhir ini curah hujan kembali meningkat.

“Untuk penambang pasir saya minta semakin waspada, segera hentikan aktifitas jika sedang terjadi hujan, kenali tanda-tanda alam dan saling berbagi informasi agar tidak ada korban lagi,” pungkasnya.

Jasa Rilidigital