Gubernur Lemhannas Mengusulkan Pembentukan Cyber ​​Force

Gubernur Lemhannas Mengusulkan Pembentukan Cyber ​​Force
Gubernur Lemhannas Mengusulkan Pembentukan Cyber ​​Force

Rilidigital – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengusulkan pembentukan Cyber ​​Force untuk melengkapi jajaran dinas TNI.

“Pada hari Jumat (11 Agustus), saya di minta untuk berbicara tentang kemungkinan Indonesia, seperti Singapura, untuk memiliki kekuatan siber. Saya harus menawarkan peta jalan apakah Indonesia akan memiliki kekuatan siber untuk di tambahkan ke (cabang TNI saat ini) TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara,” kata Widjajanto dalam seminar Ketahanan Nasional Transformasi Digital Indonesia 2045 di sini, Senin.

Widjajanto mengatakan, Indonesia bisa mengikuti Singapura yang sudah memiliki kekuatan siber, Digital and Intelligence Services, sebagai angkatan keempat.

Menurut Gubernur Lemhannas, perubahan signifikan di bidang pertahanan siber mendorong Singapura untuk membentuk kekuatan siber.

“Mereka perlu menarik talenta digital ke sektor pertahanan siber,” ujarnya.

Namun, usulan pembentukan Cyber ​​Force di Tanah Air masih dalam tahap awal, karena beberapa kementerian dan lembaga telah memiliki unit siber sendiri.

Baca Juga: Acara Istana Berkebaya Berlangsung Semarak

“Kementerian Pertahanan dan TNI memiliki satuan siber. Ada juga satuan siber di kepolisian dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Apakah akan berkembang menjadi kekuatan tersendiri seperti di Singapura?” dia telah menyatakan.

Widjajanto yakin Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan dapat meningkatkan satuan siber dalam lima tahun ke depan.

Pencapaian tersebut dapat menarik talenta digital di Indonesia untuk terlibat dalam pertahanan siber.

“Dari situ mungkin kita bisa berpikir, apakah seperti Singapura, kita perlu melompat membentuk cabang keempat, Kekuatan Digital Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia harus belajar dari Singapura yang telah mempersiapkan pembentukan kekuatan siber sejak tujuh tahun lalu. Singapura telah secara resmi membentuk Layanan Digital dan Intelijen pada Oktober 2022.

Saat ini Singapura memiliki tiga ribu personel Digital and Intelligence Services. Jumlah itu akan terus bertambah menjadi 12 ribu pasukan dalam waktu delapan tahun, ujarnya.

Mereka memiliki seragam hijau untuk Angkatan Darat, putih untuk Angkatan Laut, biru untuk Angkatan Udara, dan abu-abu untuk Digital dan Intelijen Layanan, katanya.

Jasa Rilidigital