film  

‘Gran Turismo’ akan Tayang Perdana di Festival Film Micheaux LA

'Gran Turismo' akan Tayang Perdana di Festival Film Micheaux LA
'Gran Turismo' akan Tayang Perdana di Festival Film Micheaux LA

RILIDIGITAL.COM – Film adaptasi video game Sony, Gran Turismo, merupakan salah satu film yang akan tayang perdana

di Festival Film Micheaux LA edisi kelima (10-16 Juli).

Film arahan Neill Blomkamp, yang di angkat dari video game populer dan di bintangi oleh Archie Madekwe, David Harbour, Orlando

Bloom dan Djimon Hounsou ini juga akan mengadakan sesi tanya-jawab di festival tersebut,

meskipun kehadiran para pemainnya belum dapat di pastikan.

Dalam drama olahraga ini, kemampuan seorang gamer memenangkan kesempatan untuk menjadi pembalap mobil profesional.

Film ini akan di putar pada malam penutupan festival sebelum global mulai tanggal 9 Agustus.

Festival yang memberikan penghargaan kepada sineas Oscar Micheaux dan merayakan keragaman sinema

ini akan kembali di gelar di The Culver Theater dan Regal Cinemas L.A. Live.

Acara ini akan di buka dengan pemutaran perdana My Home Unknown, yang di tulis dan di sutradarai oleh Yaz Canli,

dan juga termasuk pemutaran perdana film Scrap, yang di tulis dan di sutradarai oleh Vivian Kerr yang juga di bintangi oleh Anthony

Rapp, serta pemutaran perdana film dokumenter Bad Things Happen in Philadelphia, tentang dampak kekerasan senjata di Philadelphia.

Juga akan ada pemutaran perdana A Pretty Good Movie di LA, yang di bintangi oleh Lea Thompson dan John Huertas,

film Good Egg karya Nicole Gomez Fisher, dan pemutaran perdana Nowhere Men,

film komedi yang terinspirasi oleh film Borat yang berlatar belakang dunia teater komunitas.

Program ini juga akan menampilkan sesi sorotan terhadap pencipta Vida, Tanya Saracho,

serta sesi yang membahas aksi industri yang sedang berlangsung di Hollywood.

Pendiri festival, Noel Braham dan Courtney L Branch mengatakan: “Kami bercita-cita untuk menciptakan tempat perlindungan

yang tak tertandingi di mana individu dari semua lapisan masyarakat di rangkul, di akui, dan di tinggikan.

Festival kami berani menentang konvensi, mendobrak batasan yang ada, dan menjadi katalisator bagi pengalaman transformatif.”

Jasa Rilidigital