Fenomena Supermoon Buck Moon

Fenomena Supermoon Buck Moon

RILIDIGITAL – Sobat RILI, Fenomena Supermoon Buck Moon. Supermoon adalah istilah yang di gunakan untuk menggambarkan fenomena Bulan Purnama saat berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Ketika Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigeum) dan Bulan Purnama terjadi pada saat yang sama, maka Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Ketika Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, fenomena ini di sebut perigeum. Jarak antara Bumi dan Bulan dapat bervariasi karena orbit Bulan memiliki bentuk yang sedikit elips, bukan sempurna lingkaran. Ketika Bulan berada di perigeum, ia berjarak sekitar 356.000 kilometer dari Bumi, sedangkan pada apogeum (posisi terjauh dari Bumi), jaraknya mencapai sekitar 406.000 kilometer.

Ketika Bulan Purnama terjadi selama perigeum, Bulan akan terlihat sekitar 7 hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada Bulan Purnama biasa. Hal ini membuatnya terlihat sangat menarik dan mengesankan di langit malam. Supermoon terjadi beberapa kali dalam setahun. Meskipun tidak selalu terlihat dengan jelas karena kondisi cuaca atau cahaya lingkungan yang dapat mempengaruhi visibilitasnya.

Fenomena Supermoon menarik minat banyak orang, dan banyak yang menyaksikannya karena keindahan dan ketertarikannya terhadap astronomi. Beberapa orang juga meyakini bahwa Supermoon dapat mempengaruhi pasang surut laut, cuaca, dan bahkan emosi manusia. Meskipun bukti ilmiah tentang hal ini masih di perdebatkan.

Buck Moon

Buck Moon adalah istilah yang di gunakan untuk menyebut Bulan Purnama yang terjadi pada bulan Juli. Nama ini berasal dari tradisi penamaan Bulan Purnama oleh suku-suku asli Amerika Utara. Mereka memberikan nama-nama Bulan berdasarkan peristiwa alam atau kegiatan yang terjadi pada waktu tertentu dalam setahun.

Bulan Juli di sebut Buck Moon karena pada bulan ini, biasanya tumbuh tunas tanduk (antler) pada rusa jantan (buck) di Amerika Utara. Rusa jantan pada bulan ini memasuki periode pertumbuhan tanduk baru setelah melepaskan tanduk lama mereka. Oleh karena itu, Bulan Purnama pada bulan Juli di sebut sebagai Buck Moon atau Full Buck Moon.

Nama-nama Bulan Purnama lainnya yang berasal dari tradisi suku-suku asli Amerika Utara. Meliputi Wolf Moon (Bulan Serigala) pada Januari, Worm Moon (Bulan Cacing) pada Maret, Flower Moon (Bulan Bunga) pada Mei, Harvest Moon (Bulan Panen) pada September, dan masih banyak lagi.

Jasa Rilidigital