berita  

Enam Arah Dari Presiden Jokowi Untuk Menghadapi Situasi Global Yang Tidak Pasti

Enam Arah Dari Presiden Jokowi Untuk Menghadapi Situasi Global Yang Tidak Pasti
Enam Arah Dari Presiden Jokowi Untuk Menghadapi Situasi Global Yang Tidak Pasti

Rilidigital Jakarta – Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai situasi di paruh kedua. Situasi ini masih di warnai oleh kondisi global yang tidak stabil dan ketegangan politik yang masih berlangsung.

Jokowi menegaskan, situasi paruh kedua 2023 tidak mudah, sehingga kita harus mewaspadai beberapa hal, karena lingkungan global masih labil.

“Kemudian mewaspadai tensi geopolitik yang terus berlanjut, ini berdampak pada perekonomian dan lemahnya aktivitas perdagangan,” kata Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang Laporan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester I Tahun 2023, di lansir dari laman Setkab, Selasa, 4 Juli 2023.

Jokowi juga menekankan enam hal yang harus di perhatikan pemerintah dalam menghadapi situasi paruh kedua.

Fokus dan waspadai potensi krisis.

“Pertama, fokus dan waspadai potensi krisis, utamakan kepentingan rakyat dan kepentingan nasional. Jangan sampai persaingan politik menghambat program pemerintah,” kata Presiden.

Pastikan penghasilan tidak terganggu.

Kedua, Presiden meminta jajarannya mengantisipasi dan memproyeksikan agar penerimaan negara tidak terganggu, antara lain dari pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Presiden mengungkapkan, berdasarkan laporan Menkeu, penerimaan negara pada semester I 2023 masih bagus.

“Penerimaan pajak tidak setinggi tahun lalu, penerimaan bea cukai dan PNBP juga terpengaruh, karena harga komoditas tidak setinggi tahun lalu. Oleh karena itu, kita harus memahami risikonya dan harus kita kelola sebaik mungkin,” ujarnya. .

Pastikan semester kedua perekonomian Indonesia positif.

Ketiga, Presiden Jokowi meminta jajaran pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memastikan perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif pada semester II 2023, antara lain dengan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan menjaga ketersediaan dan harga bahan makanan yang dapat berdampak pada inflasi.
“Terus jaga inflasi di daerah dan pastikan capaian investasi tepat sasaran. Ini kuncinya. Kemudian untuk pangan, pastikan ketersediaan pupuk tepat sasaran. Jaga stabilitas moneter dan stabilitas sektor perbankan, ini juga sangat penting,” ujarnya di jelaskan.

Memaksimalkan realisasi Pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Daerah (APBD).

Keempat, Presiden mengingatkan pemerintah pusat dan daerah untuk memaksimalkan realisasi belanja APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Presiden juga mengingatkan agar belanja pemerintah efektif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Prioritaskan belanja barang dan modal untuk produk dalam negeri. Pastikan semua program bansos tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran, industri hilir, infrastruktur energi terbarukan hingga ekonomi hijau, jangan sampai kehilangan fokus di daerah ini. Lihat dan mengkaji program-program yang belum operasional dalam APBN, apa penyebabnya dan bagaimana kelanjutannya?

Antisipasi musim kemarau

Kelima, Jokowi meminta pejabat pemerintah mengantisipasi potensi kemarau panjang akibat El Nino dan potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Padahal nyata, kita sudah membangun ribuan, lebih dari lima ribu tambak, bendungan juga sudah selesai 38, akan selesai lagi menjadi 61 tahun depan, tapi tetap masalah pasokan air di sekitar tambak dan bendungan yang sudah di bangun, kok. harus di kelola dengan baik,” ujarnya.

Menjaga stabilitas politik

Keenam, Presiden meminta pejabat terkait menjaga stabilitas politik dan keamanan masyarakat pada tahapan pemilu 2024 agar pemilu berjalan lancar.
“Terus mengawal penyelesaian non yudisial pelanggaran HAM berat masa lalu dan melakukan pemulihan keamanan di Papua secepatnya, terutama di Kabupaten Nduga, Intan Jaya, dan di kabupaten lainnya,” ujarnya.

Jasa Rilidigital