Direktur PJ dan Konser Musik Berdendang Bergoyang Jadi Tersangka

Ilustrasi Konser Berdendang Bergoyang

 

 

 

Jakarta-Konser musik Berdendang Bergoyang menjadi sorotan publik,banyak pengunjung dari acara ini yang pingsan dan luka luka akibat berdesakkan.

Ternyata hal ini,penyebabnya serupa seperti tragedi di Korea Selatan “ITAEWON” bebrapa waktu lalu,yakni jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas.

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat,telah menetapkan dua orang yang harus bertanggung jawab dari ricuh nya konser tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat,Komisaris Besar Komarudin mengatakan bahwa direktur perusahaan dan penanggung jawab acara konser di tetapkan tersangka.

Komarudin menerangkan,HA Menempati jabatan sebagai penanggung jawab dalam konser tersebut. Sementara DP,menempati jabatan sebagai Direktur Perusahaan yang menaungi Event Organizer konser Berdendang Bergoyang.

Komarudin,mengungkapkan,keduanya di persangka dengan pasal 360 KUHAP Ayat (2) dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesSebelum ,di katakan Komarudin,menginformasikan tersangka akan di lakukan usai penyidik kembali gelar perkara dalam kasus ini.

Alumni Akpol tahun 1997 itu menyebut,kemungkinan tersangka akan bertambah juga tak akan tertutup.Namun,saat ini baru satu orang saja yang di anggap telah memenuhi unsur pidana.

Untuk di ketahui sebelum nya,Komarudin mengungkapkan,penyidik menemukan dugaan pelanggaran yang di lakukan oleh panitia penyelenggara konser Berdendang Bergoyang,salah satunnya ialah terkait over kapasitas penonton.

Tambah dia,jumlah tiket yang terjual juga tidak sesuai dengan yang di sampaikan panitia penyelenggara pada saat mengajukan permohonan surat izin keramaian kepada kepolisian,Dinas Parekraf,dan Satgas Covid-19.

Panitia saat mengajukan permohonan izin keramaian Kepolisian mencantumkan jumlah peserta sebanyak 3.000 orang. Sementara saat mengajukan kepada Dinas Parektaf dan Satgas Covid,panitia mencantumkkan sebanyak 5.000 orang.

Jasa Rilidigital