Dibatalkan: Terbengkalai merchandise Piala Dunia U-20

Dibatalkan: Terbengkalai merchandise Piala Dunia U-20
Dibatalkan: Terbengkalai merchandise Piala Dunia U-20

RILIDIGITAL.COM – Vendor berlisensi Indonesia untuk merchandise Piala Dunia FIFA U-20 berjuang keras untuk menjual dagangannya

setelah Indonesia kehilangan lisensi untuk menjadi tuan rumah turnamen tersebut dalam sebuah tindakan sabotase politik.

Suvenir-suvenir tersebut di tata rapi di atas meja di toko pakaian aktif Juaraga di mal FX Sudirman, Jakarta, yang di tata secara simetris untuk menarik perhatian pelanggan.

Di antaranya adalah sebuah tas ransel hitam yang rapi. Warna merah, putih dan warna-warna lain melingkar membentuk piala dengan tulisan “FIFA™” di bagian dasarnya,

sementara tulisan “Piala Dunia U-20, Indonesia 2023” melengkapi tas yang di beri label Backpack Champion.

Di batalkan: Terbengkalai merchandise Piala Dunia U-20

Meskipun motifnya sangat menarik, tas-tas tersebut bukanlah satu-satunya yang menarik perhatian.

“Ketika seseorang membalikkan tutup kepala, topi itu berubah menjadi beragam warna yang memukau,” kata seorang pengunjung bernama Kevin pada tanggal 11 April tentang barang yang di jual sebagai Bucket Hat Ray.

“Warna-warni mélange sangat kontras dengan cangkang kuning monokromatik topi itu.”

Merchandise surplus The Backpack Champion dan Bucket Hat Ray adalah beberapa item yang menjadi bagian dari koleksi Juaraga untuk Piala Dunia FIFA U-20 2023 yang bernasib buruk.

Di jadwalkan untuk di selenggarakan di Indonesia, FIFA mencabut hak Indonesia untuk menjadi tuan rumah turnamen tersebut setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

yang berkuasa mengajukan keberatan atas keikutsertaan Israel dalam kejuaraan tersebut pada akhir Maret lalu.

Pembatalan ini terjadi kurang dari dua bulan sebelum Indonesia menjadi tuan rumah turnamen.

“Pembatalan [Piala Dunia U-20] mengejutkan kami, karena hal ini terjadi tiba-tiba dan merupakan pukulan telak yang mirip dengan kekalahan dalam pertandingan sepak bola di masa injury time,” ujar pemilik Juaraga, Mochtar Sarman, kepada The Jakarta Post pada tanggal 11 April.

Di batalkan: Terbengkalai merchandise Piala Dunia U-20

Kami mulai menjual barang-barang tersebut pada Maret lalu setelah kami memesannya dari 18 usaha kecil,

mikro dan menengah [UMKM] di Tangerang, Bandung, Semarang dan Surakarta pada akhir 2022.”

Dia menambahkan bahwa Juaraga telah memesan lebih dari 500.000 buah merchandise untuk Piala Dunia U-20,

85 hingga 90 persen di antaranya telah di produksi sebelum turnamen di mulai, pada bulan Mei tahun lalu.

Ini termasuk jersey tim nasional; Heritage, jaket unisex berwarna hitam yang di identifikasi oleh para staf sebagai “produk terlaris dan favorit pelanggan”;

dan maskot turnamen, Bacuya, dalam berbagai versi. Badak bercula warna-warni dengan warna kebanggaan tim nasional Indonesia,

Bacuya, tampil dalam bentuk magnet kulkas, gantungan kunci, boneka binatang, dan barang-barang lainnya.

Kemunduran Mochtar menunjukkan bahwa Juaraga telah menjual barang dagangannya di pasar online seperti Shopee dan Tokopedia,

di lebih dari 12.000 gerai Alfa Mart dan di toko resmi mereka sebelum tirai tiba-tiba jatuh pada kesempatan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“[Juaraga] hampir menyelesaikan kesepakatan untuk menjual merchandise Piala Dunia U-20 di bandara-bandara kota tuan rumah dan di sebuah toko pop-up di pusat perbelanjaan Sarinah sebelum pembatalan turnamen ini membuat proyek-proyek ini menjadi sia-sia.

Kami memperkirakan bahwa UMKM yang memproduksinya telah kehilangan sekitar Rp 30 miliar [US$2,03 miliar],” ujar Mochtar,

seraya menambahkan bahwa pukulan berat terhadap moral para pelaku UMKM tidak terlalu terasa.

“Mereka juga kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan produk berkualitas dunia

dan kontrol kualitas yang menyertainya, serta apa yang mereka pelajari tentang hak milik internasional,” katanya.

seperti MotoGP dan Formula E.” Kevin memuji upaya UMKM dan percaya bahwa kami akan membantu mereka dengan membeli produk

Piala Dunia U-20 mereka, meskipun ia menganggapnya sebagai kenang-kenangan yang pahit.

Jasa Rilidigital