berita  

BSSN, Kementerian Tangani Dugaan Bocornya Data Paspor Warga Negara

BSSN, Kementerian Tangani Dugaan Bocornya Data Paspor Warga Negara
BSSN, Kementerian Tangani Dugaan Bocornya Data Paspor Warga Negara

Rilidigital – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan sedang bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk menangani insiden dugaan kebocoran data 34 juta paspor warga negara.

Badan ini juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait lainnya, seperti Pusat Data Nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktorat Layanan Aplikasi Informatika

Pemerintah, serta Tim Tanggap Insiden Keamanan Komputer Kementerian Hukum dan HAM, Pusat Data dan Informasi, dan Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Sampai saat ini, unit teknis BSSN dan unit teknis Kementerian Hukum dan HAM sedang membantu (kemajuan) validasi dan investigasi dugaan insiden kebocoran data paspor warga negara,” kata juru bicara BSSN Ariandi Putra. dalam sebuah pernyataan.

Badan dan kementerian juga melakukan langkah-langkah mitigasi lain untuk mengatasi risiko untuk memastikan bahwa data tetap aman, dan layanan dapat di lakukan seperti biasa, katanya.

Baca juga: Ma’ruf Amin Mendorong Masyarakat Untuk Menghindari Pernikahan Anak

Dia juga mencatat bahwa agensi mengimbau penyedia sistem elektronik (PSE) dan lainnya untuk

meningkatkan sistem keamanan data mereka, sehingga mereka tidak akan di kompromikan oleh serangan siber.

“BSSN mengimbau kepada seluruh penyelenggara sistem elektronik, pengendali data pribadi,

dan subjek data pribadi untuk selalu meningkatkan keamanan data pribadi dan sistem elektronik yang di operasikannya,” kata Putra.

Kementerian Komunikasi dan Informatika baru-baru ini mengeluarkan pernyataan terkait proses

dugaan pembocoran data 34 juta paspor warga negara.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong mencatat ada perbedaan

struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan data yang di duga bocor.

Penyelidikan di mulai setelah seorang praktisi keamanan siber, Teguh Aprianto,

mentweet dari @segcron bahwa data 34 juta paspor warga telah di retas.

Aprianto mengatakan, informasi yang terdapat dalam data yang bocor tersebut mulai dari nomor

registrasi paspor, tanggal berlaku, nama lengkap, hingga tanggal lahir serta jenis kelamin,

dan kumpulan data tersebut di jual seharga US$10 ribu.

Jasa Rilidigital