Brankas akan tingkatkan pembukaan rekening melalui kios data seluler

Warga membeli pulsa telepon seluler di salah satu toko di Jakarta, Sabtu (30/1/2021). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 06/PMK.03/2021 tidak berdampak dengan adanya pungutan baru untuk pulsa, voucer, dan token listrik, tetapi hanya bertujuan menyederhakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) guna memberikan kepastian hukum. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Ilustrasi foto tak bertanggal dari kios data seluler di Indonesia.

 

 

RiliDigital.com ,Jakarta – Startup keuangan terbuka Brankas berencana untuk menggandakan bisnis pembukaan rekeningnya tahun ini melalui kios data seluler yang tersebar di seluruh negeri, dengan tujuan menyeluruh untuk meningkatkan inklusi keuangan Indonesia.

Banyak masyarakat Indonesia yang tidak menggunakan atau memiliki akses terhadap layanan keuangan. Brankas melaporkan bahwa lebih dari 70 persen orang dewasa Indonesia adalah underbanked dan unbanked. Indonesia adalah negara kepulauan yang luas, dan daerah pedesaan cenderung memiliki sedikit atau tidak ada cabang bank. Dan teknologi, terutama jika diadopsi oleh kios data seluler yang tersebar luas, adalah salah satu cara untuk membawa bank-bank ini lebih dekat dengan populasi pedesaan yang tidak memiliki rekening bank.

Anda bisa menemukan kios data seluler di sana-sini di Indonesia, baik itu di pinggir jalan maupun di pusat perbelanjaan. Kios-kios ini seringkali milik jaringan atau distributor yang lebih besar.

Antarmuka pemrograman aplikasi (API) agregat Brankas akan memungkinkan kios-kios ini untuk bertindak sebagai “agen layanan keuangan”. Jadi pelanggan dapat membuka rekening di toko-toko ini tanpa perlu pergi ke bank, sehingga membuka jalan bagi inklusi keuangan yang lebih besar di daerah pedesaan, menurut Lius Widjaja, kepala pengembangan bisnis di Brankas.

“Kios seluler saat ini menjual voucher game seluler. Tetapi API kami memberdayakan kios-kios ini untuk juga menawarkan pembukaan rekening bagi pelanggannya,” kata Lius dalam kunjungan media ke B Universe — grup induk Jakarta Globe— pada hari Rabu.

Hingga saat ini, Brankas telah bermitra dengan 2-3 distributor dengan total 125.000 kios data seluler.

“Salah satu jaringan yang bekerja sama dengan kami memiliki 80.000 kios data seluler di seluruh nusantara, terutama di daerah terpencil. Bayangkan jika satu toko berhasil membuka satu rekening bank dalam sebulan. Itu berarti 80.000 rekening bank baru dibuka hanya dalam rentang waktu satu bulan,” kata Lius.

“Ada beberapa distributor di Indonesia. Satu bahkan memiliki hingga 500.000 kios data seluler, banyak di antaranya berada di daerah yang masih kekurangan kehadiran perbankan. Kami ingin bekerja sama dengan lebih banyak distributor untuk inklusi keuangan yang lebih baik,” tambah Lius.

Country Manager Brankas Indonesia Husni Fuad mengatakan model bisnis seperti itu akan menjadi keuntungan bagi bank dan bisnis pihak ketiga — dalam hal ini, pengecer offline.

 

 

 

Jasa Rilidigital