berita  

BPOM Memperingati Hari Lingkungan Hidup Dengan Menanam 10.000 Tanaman Obat

BPOM Memperingati Hari Lingkungan Hidup Dengan Menanam 10.000 Tanaman Obat
BPOM Memperingati Hari Lingkungan Hidup Dengan Menanam 10.000 Tanaman Obat

Rilidigital – Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional (BPOM) turut serta memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 dengan menanam 10.000 tanaman obat secara serentak di seluruh Indonesia.

“Menanam tanaman (obat) ini adalah bagian dari gerakan kami. Dengan seluruh cabang BPOM di seluruh Indonesia, kami mampu menanam 10.000 tanaman obat,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam jumpa pers, Minggu.

Ia menginformasikan bahwa proses pengambilan bibit pohon membutuhkan proses yang panjang. Namun, dengan keterlibatan aktif semua pihak, acara tersebut dapat di selenggarakan serentak di kabupaten/kota terpencil.

Lukito menyampaikan tanaman obat terdiri dari daun pala, mengkudu, dan kelor. Acara penanaman ini juga di hadiri oleh perwakilan dari kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Melalui kegiatan tersebut, BPOM berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perannya dalam menjaga kelestarian lingkungan selain di amanatkan sebagai regulator dan pengawas dalam pembuatan dan peredaran obat dan makanan.

“Peran kami antara lain memastikan ketersediaan supply chain bagi industri obat dan makanan, namun tetap mengutamakan kesinambungan bahan baku dengan cara yang aman dan mujarab,” imbuhnya.

Baca juga: Sungai Kali Krukut di Jalan Gang Lontar Dikeruk dari Lumpur

Dengan mengedepankan produk dan konsumsi yang berkelanjutan, BPOM mengimbau setiap pelaku

industri untuk mewaspadai proses produksi yang dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan,

misalnya lingkungan yang tercemar bahan berbahaya.

Hal ini terlihat pada kasus keracunan obat sirup pada anak akibat kelebihan persentase ethylene glycol

(EG) dan di ethylene glycol (DEG) yang menyebabkan gagal ginjal akut, kata Lukito.

Lebih lanjut dia menyebutkan jika proses produksi tidak sesuai standar dan produsen memilih

membuang limbahnya ke air, maka akan memicu pencemaran air atau pencemaran udara yang membahayakan kualitas lingkungan.

Karena itu, dia mengingatkan semua pihak, khususnya produsen di industri obat dan makanan,

untuk menjaga kelestarian alam dan berhati-hati dalam melakukan kegiatan produksi yang rawan merusak lingkungan.

“Kami sangat concern terhadap lingkungan selama proses produksi dan juga konsumsi. Instansi kami

berperan besar memberikan insentif sebagai regulator. BPOM memberikan langkah-langkah intensif

ketika kami mengatur produk di bawah pengawasan BPOM,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi bagi peradaban anak bangsa di masa depan.

“Kita harus terlibat dalam melakukan hal-hal positif untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Jasa Rilidigital