BMKG meluncurkan sistem pemantauan gas rumah kaca

BMKG meluncurkan sistem pemantauan gas rumah kaca
BMKG meluncurkan sistem pemantauan gas rumah kaca

RILIDIGITAL.COMBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),

pada hari Senin, meluncurkan Integrated Global Greenhouse Gas Information System (IG3IS) Tower untuk memonitor konsentrasi gas rumah kaca (GRK) dalam rangka mitigasi perubahan iklim.

“Menara IG3IS ini akan menghasilkan data yang dapat di hitung untuk memantau tren GRK,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

dalam acara peresmian menara tersebut dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-73 di Bukit Kototabang, Sumatera Barat, pada hari Senin.

Dalam acara yang diadakan di stasiun pengamat atmosfer global (Global Atmosphere Watch/GAW) di Bukit Kototabang ini,

Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa BMKG berencana

untuk membangun menara-menara serupa di berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk mendeteksi daerah-daerah yang menghasilkan gas rumah kaca terbanyak.

BMKG meluncurkan sistem pemantauan gas rumah kaca

Kepala BMKG mengingatkan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi terjadinya bencana alam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 95 persen dari seluruh bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG mengatakan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi di Indonesia.

akan memberikan manfaat yang besar dalam memantau konsentrasi gas rumah kaca di tiga titik ketinggian yang berbeda, yaitu pada ketinggian 30 meter, 70 meter, dan 100 meter. Sehingga, para peneliti dan ahli lingkungan dapat melakukan analisis yang lebih terperinci mengenai dampak gas rumah kaca terhadap lingkungan.

akan memberikan manfaat yang besar dalam memantau konsentrasi gas rumah kaca di tiga titik ketinggian yang berbeda,

Dengan adanya sensor meteorologi pada menara baru setinggi 100 meter ini, konsentrasi gas rumah kaca dapat dipantau secara lebih terperinci pada tiga titik ketinggian yang berbeda, yaitu pada ketinggian 30 meter, 70 meter, dan 100 meter. Oleh karena itu, data yang terkumpul akan lebih lengkap dan akurat untuk memahami dampak gas rumah kaca pada lingkungan. Dengan demikian, penelitian mengenai dampak gas rumah kaca terhadap lingkungan dapat di lakukan dengan lebih akurat dan detail.

Dengan sensor-sensor tersebut, menara ini dapat memberikan karakteristik GRK pada ketinggian yang berbeda yang dapat memberikan kontribusi pada program IG3IS.

Inventarisasi nasional GRK akan di gunakan untuk estimasi stok global yang merupakan bagian dari tujuan Perjanjian Paris pada tahun 2030.

Jasa Rilidigital