berita  

Bendungan Sadawarna untuk mengurangi risiko banjir di Sungai Cipunagara: Kementerian

Tangkapan layar–Presiden Joko Widodo (tengah), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), dan Bupati Sumedang Donny Ahmad Munir (kanan) meresmikan Bendungan Sadawarna di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (27 Desember 2022).

 

Insya Allah kerjasama untuk (pelaksanaan) pengelolaan daerah tangkapan air dengan pengoperasian bendungan akan mengurangi (jumlah wilayah) yang terdampak banjir di wilayah hilir.

 

Rilidigital.com , Jakarta – Bendungan Sadawarna diharapkan dapat mengendalikan sepertiga aliran Sungai Cipunagara dan mengurangi risiko banjir di daerah hilir sungai, kata seorang pejabat.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko menyatakan pada hari Selasa bahwa fasilitas tersebut dapat mengendalikan sepertiga aliran sungai karena terletak sekitar 43 kilometer dari hulu Sungai Cipunagara.

Sedangkan total panjang Sungai Cipunagara adalah 147 kilometer. Dengan demikian, Bendungan Sadawarna kira-kira (terletak di) sepertiga dari lembah Sungai Cipunagara. Insya Allah itu (aliran sungai) bisa dikendalikan,” katanya saat peresmian bendungan di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Pejabat Kementerian PUPR mengatakan bahwa bendungan tersebut memiliki kapasitas sekitar 70 juta meter kubik, sedangkan panjang dan tinggi bendungan masing-masing sekitar 933 meter dan 40 meter.

Namun, ia menekankan bahwa pendirian Bendungan Sadawarna mungkin tidak sepenuhnya memberantas risiko banjir di daerah di mana Sungai Cipunagara mengalir.

Kendati demikian, Widyoko mengatakan, bendungan tersebut dapat berfungsi untuk menahan 65 persen debit air sungai, yang secara tidak langsung mengurangi sekitar 25 persen aliran sungai di wilayah hilir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Widyoko menyatakan optimisme bahwa pemerintah dan masyarakat di wilayah yang dilintasi Sungai Cipunagara — kabupaten Subang, Sumedang, dan Indramayu — akan membantu dalam memitigasi risiko banjir dengan membuat biopori, sumur resapan, atau kolam.

“Insya Allah kerja sama untuk (pelaksanaan) pengelolaan daerah tangkapan air dengan beroperasinya bendungan akan mengurangi (jumlah wilayah) yang terdampak banjir di wilayah hilir,” katanya.

Pembangunan Bendungan Sadawarna dimulai pada 2018, dengan dana sebesar Rp2,65 triliun. Diperkirakan mampu mengairi 4.200 hektare sawah.

Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Sumedang Donny Ahmad Munir pada Selasa.

Seorang petani asal Kabupaten Subang, Asroni, memuji pendirian Bendungan Sadawarna yang dapat memperlancar irigasi di daerahnya.

“Sebenarnya itu (air dari bendungan) bukan hanya untuk sawah. Ini juga berguna untuk perikanan juga. Airnya juga akan disalurkan oleh P3A (Asosiasi Petani Pengguna Air) kita untuk digunakan untuk sektor perikanan juga,” katanya.

Jasa Rilidigital