berita  

Belanda Akan Mengembalikan Ratusan “Koleksi Kolonial” ke Indonesia

Belanda Akan Mengembalikan Ratusan "Koleksi Kolonial" ke Indonesia
Belanda Akan Mengembalikan Ratusan "Koleksi Kolonial" ke Indonesia

Rilidigital – Kerajaan Belanda akan mengembalikan 472 benda yang di ambil dari wilayah Indonesia pada masa kolonial. Di antara “koleksi kolonial” itu terdapat sebuah keris dan lebih dari 300 pusaka dari Lombok.

Ini bukan pertama kalinya Belanda memutuskan mengembalikan artefak ke negara asalnya. Pada 2016, Belanda juga mengembalikan 1.500 artefak ke Indonesia.

Menurut keterangan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia, Kamis (6/7/2023), pengalihan kepemilikan ke Indonesia akan di lakukan di Museum Nasional Etnologi di Leiden pada 10 Juli mendatang.

Barang yang akan di kembalikan adalah ‘harta karun Lombok’, terdiri dari 335 benda dari Lombok; empat arca dari Singasari; keris dari Klungkung; dan 132 benda seni rupa modern dari Bali (koleksi Pita Maha).

Klungkung adalah salah satu daerah di Bali. Singasari adalah sebuah kerajaan kuno yang terletak di Jawa bagian timur.

“Ini momen bersejarah”, kata Sekretaris Negara Bidang Kebudayaan dan Media Gunay Uslu.

Ia mengatakan, pengembalian benda-benda tersebut berdasarkan rekomendasi dari Dewan Penasehat Pengembalian Benda Budaya dalam Konteks Kolonial.

“Ini pertama kalinya kami mengikuti rekomendasi Komite untuk mengembalikan benda-benda yang seharusnya tidak pernah di bawa ke Belanda,” kata Uslu.

Setelah Indonesia, Belanda juga akan mengembalikan enam objek ke Sri Lanka.

Kolonisasi Panjang

Benda-benda dari Indonesia dan Sri Lanka tersebut saat ini menjadi koleksi Museum Nasional Kebudayaan Dunia dan Rijksmuseum. Kedutaan mengatakan pemerintah Indonesia saat ini meminta lebih banyak barang untuk di kembalikan.

Pelaut dari Belanda datang ke Pelabuhan Banten pada abad 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Situs Perpustakaan Nasional (Perpustakaan Nasional) menyebut Cornelis de Houtman di usir karena sikapnya yang tidak sopan.

Namun pada tahun 1598, orang-orang dari Belanda mulai kembali. Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) juga mulai beroperasi di Nusantara pada awal abad ke-16.

Sejak saat itu, Belanda terlibat konflik berdarah melawan berbagai kerajaan di wilayah Indonesia, sebelum Jepang mengusir mereka saat Perang Dunia II.

Baca juga: Permainan Kekerasan Dapat Menyebabkan Perilaku Agresif Pada Anak-Anak

Jasa Rilidigital