berita  

ASEAN Akan Mengadakan Pembicaraan Kode Etik Laut China Selatan Minggu Depan

ASEAN Akan Mengadakan Pembicaraan Kode Etik Laut China Selatan Minggu Depan
ASEAN Akan Mengadakan Pembicaraan Kode Etik Laut China Selatan Minggu Depan

Rilidigital – Para menteri luar negeri ASEAN akan berkumpul lagi di Jakarta minggu depan untuk membahas, antara lain, kode etik yang tertunda, atau COC, di Laut Cina Selatan yang di perebutkan dengan panas.

Pembicaraan tersebut merupakan bagian dari ASEAN Ministerial Meeting/Post-Ministerial Conference

(AMM/PMC) yang di jadwalkan pada 11-14 Juli di Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi itu juga di

perkirakan akan di hadiri oleh di plomat senior Tiongkok Qin Gang bersama dengan rekan-rekannya

dari mitra dialog kelompok regional tersebut.

[AMM/PMC] akan bekerja menyelesaikan pedoman yang bertujuan untuk mempercepat negosiasi COC

di Laut Cina Selatan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Sidharto Suryodipuro, direktur jenderal kerja sama ASEAN, juga mengatakan pada konferensi yang

sama bahwa Indonesia sebagai ketua ASEAN telah melakukan tugasnya untuk mempercepat

pembicaraan COC dengan pihak-pihak yang bernegosiasi termasuk China dan anggota ASEAN.

“Kami optimis bisa mempercepat pembahasannya,” kata Sidharto.

China serta empat anggota ASEAN — Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam — semuanya

telah mengajukan klaim yang tumpang tindih atas Laut China Selatan, yang memiliki beberapa perairan

maritim tersibuk di dunia dan sumber daya yang melimpah.

Pada tahun 1992, blok Asia Tenggara mengeluarkan deklarasi yang menyerukan penyelesaian sengketa

damai di Laut Cina Selatan. Satu dekade kemudian, China dan ASEAN mengeluarkan deklarasi perilaku

(DOC) yang tidak mengikat untuk mencegah risiko konflik di jalur air yang penting secara ekonomi.

DOC juga menyerukan penerapan kode etik, yang masih dalam negosiasi hingga hari ini. Selama

kunjungan resmi Qin Gang ke Jakarta awal tahun ini, China berjanji untuk mempercepat pembicaraan COC.

“Baik Indonesia maupun China sebagai negara pesisir di Laut China Selatan akan bekerja sama dengan

negara-negara ASEAN lainnya untuk mengimplementasikan DOC secara penuh dan efektif,” kata Qin

Gang saat itu sambil menambahkan bahwa China melihat ASEAN sebagai prioritas dalam “di plomasi lingkungan”-nya.

Jasa Rilidigital