berita  

Apresiasi Pedagang Pasar Anyar Bahari Untuk Pj Gubernur

Apresiasi Pedagang Pasar Anyar Bahari Untuk Pj Gubernur
Apresiasi Pedagang Pasar Anyar Bahari Untuk Pj Gubernur

Rilidigital – Melda, seorang pedagang di Pasar Tanjung Priok Anyar Bahari, Jakarta Utara, mengapresiasi Pemprov DKI yang menerima pengaduannya. Ia mewakili para pedagang yang datang ke Balai Kota Jakarta untuk mengadukan keluhan terkait Iuran Pengelolaan Pasar melalui Cash Management System (CMS).

Ia dan beberapa pedagang yang datang saat itu mengapresiasi Plt Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang telah memfasilitasi dan mencarikan solusi atas permasalahan yang terjadi di pasar.

“Saya mengadu masalah CMS marketplace. Pengaduan kami para pedagang di Pasar Anyar Bahari, alhamdulillah Pak Heru sudah membantu saya, di mana saya ucapkan terima kasih banyak atas tanggapannya kepada saya, khususnya para pedagang Anyar Bahari,” ujarnya, di Paviliun Balai Kota Jakarta, Senin (26/6).

Dia mengatakan salah satu keluhannya adalah tingginya biaya pasar yang harus di bayar pedagang.

“Keluhan saya dan para pedagang tentang retribusi pasar yang kami bayarkan per bulan dan salah satu keberatan kami adalah pembayaran listrik yang tidak sesuai dengan listrik pada umumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta memastikan akan memfasilitasi kebutuhan pedagang pasar dengan prinsip adil dan transparan. Melalui Perumda Pasar Jaya, upaya tersebut di wujudkan untuk kepentingan dan kesejahteraan para pedagang di pasar.

Baca juga: Relawan Sandiaga Uno Gelar Bazar Murah

Ini berlaku untuk semua pedagang di bawah Perumda Pasar Jaya, termasuk Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam implementasinya, terdapat tarif Biaya Pengelolaan Pasar (BPP) yang menjadi kewajiban pedagang dan telah di tetapkan dengan harga yang wajar sesuai dengan prinsip kewajaran.

“Pada prinsipnya Pasar Jaya selalu mengedepankan prinsip keadilan dan keterbukaan dalam menetapkan BPP bagi pedagang. Dengan demikian, pedagang tidak merasa terbebani dan dapat menjalankan roda perekonomian dengan baik, serta menjunjung tinggi rasa kesetaraan,” ujar Perumda Jaya. Direktur Properti dan Pemasaran, Aritianto.

Selain itu, penetapan tarif BPP Anyar Bahari juga di putuskan dengan melihat potensi pasar dan klasifikasinya, di mana Pasar Anyar Bahari termasuk dalam kategori Pasar Kelas C.

“Melalui banyak pertimbangan, kami juga melakukan kajian mendalam dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, sehingga perumusannya jelas dan tepat,” imbuhnya.

Ia menambahkan tarif BPP khususnya di Pasar Anyar Bahari masih menggunakan tarif lama yang sesuai

dengan BPP yang di tetapkan sejak tahun 2018. Penetapan tarif BPP tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Nomor 247/2018 tanggal 1 Oktober. , 2018. Dengan demikian, dari tahun 2018

sampai dengan tahun 2023 tarif tersebut masih berlaku dan belum ada penyesuaian terhadap tarif biaya

pengelolaan pasar. Tarif BPP pedagang per bulan untuk Pasar Anyar Bahari berkisar antara Rp 22.500

hingga Rp 41.100 per meter per bulan tergantung jenis penjualannya.

“Rata-rata ukuran tempat usaha untuk kios adalah empat meter persegi dan satu los adalah dua meter

persegi, sehingga untuk tempat usaha dengan luas empat meter persegi, biaya yang di keluarkan

pedagang berkisar antara Rp 90.000 hingga Rp 164.400 per usaha. lokasi per bulan,” pungkasnya.

Jasa Rilidigital