Antony Cuma Pemain Rata-Rata? Winger £85 Juta Man Utd

Antony Cuma Pemain Rata-Rata? Mengapa Winger £85 Juta Man Utd Berpotensi Jadi Pembelian 'Flop'

RiliDigital.com – Pemain sayap asal Brasil ini memikat dengan bakat Samba, tapi penentuan keputusan akhir yang buruk menjadi sorotan untuknya saat ini di Old Trafford.

Cuplikan aksi Antony pada musim 2021/22 menjadi viral semalam ketika ia muncul sebagai target transfer untuk Manchester United musim panas lalu.

Video yang diunggah ke YouTube oleh MShow, dikemas penuh dengan momen terbaiknya bersama Ajax dan Brasil, dengan sejumlah bek yang dibuat malu oleh kemampuan kakinya yang luar biasa.

Video tersebut menggambarkan seorang pemain yang mampu mengubah permainan dalam sekejap – pemain yang memiliki kaki kiri mematikan

yang dapat menghasilkan gol dan operan spektakuler. Mereka yang menontonnya pasti tidak akan menyangka biaya £85 juta akhirnya dibayarkan United kepada Ajax untuk membawa Antony ke Old Trafford.

Pemain berusia 22 tahun itu juga mendapat manfaat dari referensi cemerlang dari Erik ten Hag, yang menghabiskan dua tahun membantunya berkembang di Johan Cruyff ArenA.

Mantan bos Ajax itu mengatakan kepada MUTV setelah peresmian Antony:

“Dia seorang pejuang dan seseorang yang memiliki kemauan nyata untuk memenangkan pertandingan, saya suka itu.”

“Dia suka mendribel bola, dia melihat umpan terakhir, dia bisa mencetak gol dan saya pikir para fans akan senang dengannya dan cara dia menampilkan permainan,” imbuh Ten Hag.

Antony

Antony sejak itu membuktikan tanpa ragu, bahwa seorang pemain tidak boleh dinilai dari montase bagian terbaiknya.

Ia mungkin telah mencatatkan 24 gol dan 22 assist dalam 82 pertandingan untuk Ajax, tapi United tidak membutuhkan pemain ‘Youtube’.

Setan Merah telah membuat langkah besar ke depan di bawah Ten Hag, muncul kembali sebagai penantang gelar potensial

sementara juga maju ke semi-final Piala Liga Inggris dan fase sistem gugur Liga Europa. Antony telah menyumbang total lima gol, dan

secara umum menunjukkan bahwa dia memang “seorang pejuang”.

Pemain asal Brasil itu bekerja tanpa lelah dalam penguasaan bola saat United kalah 3-2 di Arsenal pada akhir pekan lalu. Ia juga membantu Aaron Wan-Bissaka mengatasi ancaman rekan senegaranya, Gabriel Martinelli, di sayap kiri.

Tapi, Antony sama sekali tidak efektif di ujung lain lapangan. Sejumlah serangan United yang menjanjikan gagal karena dia memilih umpan yang salah atau berbalik ke dalam dan memperlambat momentum serangan tim.

Arsenal tidak perlu mengkhawatirkan Antony seperti yang dilakukan United terhadap Martinelli, karena Oleksandr Zinchenko bahkan tidak diuji.

Mantan bintang Ajax itu tampak kurang cepat dan gagal menjadi pembeda. Ia bahkan tampak mudah untuk ditangani oleh full-back berpengalaman.

Antony

“Hal yang memprihatinkan bagi saya dari seseorang seperti Antony adalah dia tidak bisa mengalahkan siapa pun dan bagi pemain Brasil itu mengejutkan!

Saya telah melihat klipnya ketika dia berada di Ajax dan dia adalah seseorang yang biasa mengalahkan orang lain,” kata legenda United, Rio Ferdinand, di kanan YouTube-nya FIVE.

“Saya melihat [Thomas] Partey–yang tidak akan saya anggap sebagai pelari– benar-benar melewatinya, dan saya berpikir, ‘Woah, dia [Antony] tidak memiliki banyak kekuatan di kakinya!'”

“Ketika saya bermain dengan Nani, Cristiano Ronaldo, Ryan Giggs, Antonio Valencia, bahkan Park Ji-sung akan melewati bek sayap.

Bukan hanya dengan melewati mereka tapi dia akan memainkannya, berlari, dan mengecoh mereka dari sisi berbeda. Saya ingin melihat itu dari Antony,” tambah Ferdinand.

Antony telah menunjukkan kemampuan menggiring bola yang membuatnya terkenal di Ajax, tapi ia jarang menindaklanjutinya dengan kontribusi yang berarti.

Ia dikritik karena atraksinya di awal musim, tapi kini gaya mainnya menjadi sorotan.

United sangat membutuhkan pemain sayap kanan. Apalagi duo Marcus Rashford dan Jadon Sancho lebih kuat di sisi kiri.

Setan Merah lebih memilih Antony daripada Cody Gakpo, yang akhirnya bergabung dengan Liverpool dari PSV awal bulan ini.

Gakpo hanya menelan biaya Liverpool £44 juta hampir setengah dari jumlah yang dikeluarkan United untuk Antony, tapi tidak ada perbedaan kelas yang jelas di antara keduanya.

Ajax “memeras” United jauh melampaui nilai pasar sebenarnya.

Memang, pihak Man United secara pribadi mereka mengakui telah membayar lebih untuk Antony,

yang merupakan pemain termahal kelima dalam sejarah sepakbola Inggris setelah Jack Grealish,

Romelu Lukaku, Paul Pogba dan rekrutan terbaru Chelsea, Mykhailo Mudryk .

Sebuah sumber dari klub mengatakan kepada ESPN pada Desember lalu: “Kami telah membayar untuk pemain yang kami pikir bisa menjadi dia, bukan yang dia sekarang.”

Ketergantungan Antony yang berlebihan pada kaki kirinya berubah menjadi masalah besar bagi United,

yang saat ini tidak memiliki pilihan lain di sayap kanan, meskipun peluang kedua Sancho bisa datang di posisi itu ketika ia kembali ke tim utama setelah masa absen.

Arjen Robben menjadi salah satu pemain sayap terbaik sepanjang masa meski menggunakan satu kaki.

Para pemain bertahan lawan tidak pernah menemukan cara untuk menghentikannya memindahkan bola ke kiri dan

menemukan sudut gawang dari setiap sudut yang memungkinkan,

tapi itu masih bisa dilihat jika Antony dapat mengikuti jalan yang sama.

Antony

Pemain seperti Robin van Persie, Rivaldo, dan Roberto Carlos juga dominan menggunakan kaki kiri.

Bahkan peraih Ballon d’Or tujuh kali, Lionel Messi,hanya menggunakan kaki kanan saat benar-benar dibutuhkan, jadi masih ada harapan untuk Antony.

Winger United itu bersikeras bahwa ia adalah pengkritiknya sendiri yang paling keras, tapi juga mengatakan dia tidak memperhatikan kebisingan dari luar.

“Saya benar-benar menuntut banyak dari diri saya terlepas dari apa yang orang katakan tentang saya,” ucap Antony kepada TNT Sports

setelah mengakhiri 11 pertandingan tanpa gol melawan Everton dalam kemenangan Piala FA putaran ketiga.

“Saya hanya mendengarkan tanggapan yang bermanfaat, jika bahkan Yesus Kristus tidak dapat menyenangkan semua orang,

siapakah saya untuk mencoba melakukannya?” pungkasnya.

Antony tidak harus menyenangkan semua orang, tapi untuk tetap berada di skuat utama Ten Hag dan

menghindari kegagalan transfer terbesar pada musim 2022/23, ia harus mulai membuktikan bahwa ia kudu mengedepankan substansi ketimbang gaya.

Jasa Rilidigital