berita  

Anies Baswedan Kritik Kabinet Jokowi

Anies Baswedan Kritik Kabinet Jokowi
Anies Baswedan Kritik Kabinet Jokowi

RiliDigital.com , Jakarta –Anies Baswedan Kritik Kabinet Jokowi, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melontarkan pernyataan pedas terhadap seorang menteri di kabinet Presiden Joko Widodo.

Calon presiden itu mengatakan bahwa salah satu menteri senior berusaha mengubah konstitusi negara.

Anies Baswedan sejauh ini merupakan calon presiden terdepan untuk Pemilu 2024. Namun tahun lalu, ada kekhawatiran politik bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo dapat menunda pemilihan.

Anies, yang belajar politik untuk gelar doktornya, menyatakan kekecewaannya bahwa sosok yang begitu kuat akan secara terbuka berbicara tentang mengubah konstitusi.

Anies Baswedan Kritik Kabinet Jokowi

“Ini bukan hanya menurunkan kualitas demokrasi,” kata Anies, “tetapi seseorang yang tidak berkomitmen pada demokrasi semakin berani untuk mengungkapkan pikirannya secara terbuka.”

Siapa menteri koordinator?

Meskipun Anies tidak menyebutkan nama apa pun, tahun lalu Menteri Koordinator yang berkuasa

Luhut Binsar Pandjaitan memang berbicara secara terbuka tentang kemungkinan menunda pemilihan presiden, yang dapat melanggar konstitusi Indonesia.

Anies Baswedan Kritik Kabinet Jokowi

Luhut mengaku mendapat “big data” yang mengindikasikan banyak orang ingin menunda pemilu, meski menolak membuka “big data” tersebut secara terbuka.

Dalam kabinet, Luhut Binsar Pandjaitan adalah menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi.

Namun, Luhut telah memegang berbagai posisi kunci terkait pandemi COVID-19, rencana ibu kota baru Indonesia, pengembangan kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung dengan China, dan komite danau nasional, antara lain.

Ada empat menteri koordinator dalam kabinet Presiden Jokowi saat ini. Tiga lainnya adalah Mahfud MD (politik, hukum, dan keamanan), Airlangga Hartarto (ekonomi), dan Muhadjir Effendy (pembangunan manusia dan budaya). Tak satu pun dari mereka yang secara terbuka mendukung penundaan Pemilu 2024.

 

Jasa Rilidigital