berita  

Akulturasi budaya asing memperkaya keragaman nasional: akademik

Akademisi Chinese Studies dan pakar budaya Tionghoa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Rahadjeng Pulungsari Hadi.

 

 

RiliDigital.com .Depok, Jawa Barat – Akulturasi budaya asing ke Indonesia telah memperkaya keragaman budaya tanah air, menurut seorang akademisi Chinese Studies di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI).

“Pencampuran budaya, selama disebut akulturasi, tidak memiliki efek buruk. Yang perlu kita khawatirkan adalah ketika budaya asing mendominasi dan dianut lebih dari budaya kita sendiri,” kata pakar budaya Tionghoa, Rahadjeng Pulungsari Hadi, di sini, Rabu.

Akademisi itu menyoroti bahwa sementara masuknya budaya asing harus ditanggapi dengan hati-hati, upaya juga harus dilakukan untuk melestarikan budaya nasional.

Publik tidak perlu memendam kekhawatiran atas budaya asing, termasuk budaya Tionghoa, di Indonesia, karena keragaman budaya adalah kekuatan dan keuntungan negara, katanya.

Ia juga mencatat bahwa generasi muda komunitas Tionghoa-Indonesia lebih terbuka untuk mengekspresikan diri, karena masyarakat telah menyambut dan merangkul mereka.

“Sejauh ini, saya melihat generasi muda lebih terbuka. (Saya juga melihat bahwa) generasi muda komunitas Tionghoa (di Indonesia) telah bebas dari belenggu trauma politik, dan mereka lebih bebas mengekspresikan diri dan berintegrasi ke dalam masyarakat. Kondisi ini akan mengurangi keterbukaan sosial di masyarakat,” jelas Hadi.

Akulturasi budaya adalah strategi yang diadopsi oleh para imigran ke Indonesia untuk memastikan kelangsungan hidup mereka, katanya sambil menegaskan bahwa menyatukan budaya asing dengan budaya lokal tanpa mengurangi nilai satu sama lain akan menciptakan identitas budaya yang unik.

Dosen fakultas ini mencatat bahwa kain kebaya Encim yang digunakan oleh masyarakat Betawi di Jakarta dan pola batik baru yang memadukan mitologi dan karakteristik Tionghoa yang muncul di daerah pesisir di Jawa merupakan contoh akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia.

 

Jasa Rilidigital