4 Monumen Ikonik Sister City di Kota Bandung

4 Monumen Ikonik Sister City di Kota Bandung

Rilidigital – Ada 4 monumen sepanjang sejarahnya, Kota Bandung telah mewarisi bangunan-bangunan bersejarah, sebagai bukti kejayaannya di masa lalu.

Jika Anda melintasi Jalan Wastukencana menuju Jalan Merdeka dan memperhatikan sekeliling Anda, Anda akan melihat tugu berdiri tegak di beberapa sudut jalan. Mungkin tidak banyak orang yang menyadari keberadaan monumen tersebut, bahkan terkadang mengabaikannya.

Namun monumen-monumen tersebut merupakan simbol kerjasama Kota Bandung dengan kota-kota asing lainnya di beberapa daerah tertentu. Monumen-monumen ini di beri nama Monumen Sister City.

Sister City adalah sebuah konsep kerjasama antara dua kota di lokasi yang berbeda dan administrasi politik, dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontrak sosial antar warga. Konsep Sister City memiliki berbagai manfaat untuk program kerjasama antar kota.

Sister City umumnya memiliki kesamaan dalam kondisi demografi dan permasalahan yang di hadapi. Jadi, bisa di ibaratkan sahabat pena antara dua kota. Hubungan Sister City sangat bermanfaat untuk program kerjasama di bidang kebudayaan dan perdagangan.

Bandung sendiri merupakan kota kedua di Indonesia dengan Sister City terbanyak setelah Jakarta. Di Bandung, total ada 25 Sister Cities, termasuk yang berasal dari Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

Namun dari total 25 Sister Cities, baru 4 monumen yang dibangun sebagai simbol kerjasama Bandung dengan kota mitranya.

4 Monumen Ikonik Sister City di Kota Bandung

  1. Monumen Kota Saudara Liuzhou

    Monumen Liuzhou Sister City terletak di persimpangan Jalan Wastukencana dan Jalan Tamansari. Liuzhou adalah sebuah kota di Cina yang terletak di bagian timur negara itu.

    Pemerintah Kota Bandung menjalin hubungan sister city dengan dua kota di China, yaitu Kota Liuzhou di Provinsi Guang Xi dan Kota Yingkau di Provinsi Lioning pada tahun 2006. Hal ini di tandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Monumen Lautan Api Plaza yang kini di kenal sebagai Taman Asia-Afrika di Tegallega. Penandatangan MoU di lakukan oleh walikota masing-masing.

    Fakta menarik lainnya adalah tidak adanya Monumen Yingkau Sister City, padahal MoU dengan Yingkau di tandatangani bersamaan dengan MoU Liuzhou. Belum di ketahui secara pasti bidang kerja sama yang di lakukan.

  2. Monumen Braunschweig Sister City

    Monumen Braunschweig Sister City berada tidak jauh dari Monumen Liuzhou Sister City, tepatnya berada di depan Jalan Wastukencana. Monumen ini di bangun sebagai simbol kerjasama Kota Bandung dengan Kota Braunschweig yang merupakan kota terbesar kedua di Niedersachsen, Jerman.

    Kerja sama yang di lakukan meliputi bidang ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pertukaran pemuda, pelatihan, seni, dan olahraga. Menariknya, kerja sama yang di lakukan merupakan yang terlama di Indonesia.

  3. Monumen Fort Worth Sister City

    Tugu ini terletak di perempatan Jalan Wastukencana dan Jalan Punawarman, dekat dengan Bandung Electronic Center (BEC). Semua berawal dari saran Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sekaligus menjabat sebagai Direktur IPTN. Ia berharap dapat menjalin hubungan sister city antara Kota Bandung dengan Fort Worth City, Texas, Amerika Serikat.

    Dasar kerjasama antar kota mitra adalah kerjasama antara IPTN dengan Pabrik Helikopter BELL. Kerja sama tersebut meliputi bidang pendidikan, ekonomi, seni, dan sosial budaya.

  4. Monumen Suwon Sister City

    Inisiatif untuk menjadi sister city di mulai dari Pemerintah Kota Suwon yang ingin menjalin kerjasama dengan Kota Bandung yang di sampaikan melalui KBRI Seoul dan Dirjen HELN Kemlu RI Indonesia.

    Kerja sama tersebut meliputi bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, seni, dan olahraga. Di sepakati pada tanggal 27 Agustus 1997. Monumen Suwon Sister City bisa Anda temukan di perempatan jalan Merdeka dan Jawa, tepat di depan Polres Bandung Kota.***

Jasa Rilidigital