berita  

26 Gangster di Surabaya Berhasil Diamankan

Menyusul penangkapan gangster di Surabaya pada Minggu (4 Desember 2022), Anggota Polres Surabaya mengimbau warga untuk waspada.

Polisi juga mengandalkan partisipasi warga untuk memastikan keamanan dengan melaporkan semua kejahatan termasuk preman di Surabaya.

“Akibat kondisi buruk di Surabaya akhir-akhir ini. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menghindari bepergian sendirian di malam hari,” kata Kapolres Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan, Selasa (12/6/2022).

Jika merasa dalam bahaya atau melihat kejadian berbahaya dapat melapor langsung ke Call Center Surabaya Command Center 110 atau 112 atau melapor langsung ke @bhabinkamtibmas masing-masing kelurahan @humaspolrestabes-surabaya.

Pada Minggu (12 April 2022), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan tim gabungan terpantau melakukan operasi di beberapa lokasi. Akibatnya, beberapa remaja bersenjata ditangkap sekaligus dan faktanya:

1. Operasi di beberapa tempat
Dengan sepeda motor, Cak Eri melakukan perjalanan dengan beberapa pimpinan polisi dan militer di wilayah Surabaya. dari balai kota.

Mereka mengincar beberapa tempat yang biasa menjadi lokasi tawuran antargeng di Surabaya Utara, termasuk kawasan Sukolilo. Dia bertemu dengan pemilik warkop di Keputih, Tegali, yang diserang pada Jumat pagi (12/02/2022) oleh sekelompok pemuda bersenjatakan pisau (sajam).

Setelah berbicara dengan pemilik toko, walikota pergi ke Mal Pakuwon City di Jalan Kenjeran. Beberapa jalan di sekitar kawasan itu juga menjadi tempat bentrokan geng.

2. Puluhan Remaja Bersenjata Ditangkap
Dalam perjalanan, rombongan bertemu dengan 5 remaja mencurigakan.

“Iki arep Nang fino? (Mau kemana?) Sudah malam,” tanya Walikota Eri pada Sabtu malam (3 Desember 2022).

Para remaja mengaku kepada Cak Eri bahwa mereka sedang jalan-jalan.
Namun karena sudah larut dan curiga, Cak. Eri disuruh ke polisi untuk memeriksa barang bawaan remaja dari tas ke bagasi motor, mereka juga digeledah
Hasilnya, polisi menemukan di bagasi sepeda motor beberapa alat tajam sepanjang 10-15 cm Polisi menangkap pemuda itu.

“Kendaraan langsung dibawa. Masuk truk Satpol PP,” ujarnya.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Jalan Kenjeran.
Mereka memeriksa kehidupan malam di daerah tersebut.

Tidak hanya di wilayah Surabaya Utara, sejumlah petugas juga menyisir wilayah lain, termasuk Surabaya pusat. Hasilnya, petugas gabungan kades, bhabinsa, LPMK dan warga menemukan 7 orang di kawasan Lebak Permai kecamatan Tambaksari.

Seperti di kawasan Surabaya Utara, para remaja masih membawa senjata tajam.
Pistol ini dibungkus kain dan disimpan di bagasi sepeda motornya.
Setelah menerima laporan ini, walikota memerintahkan petugas untuk mengamankan kelompok remaja tersebut.

3. Ajak warga berpartisipasi
Selain itu, pihaknya mengapresiasi dukungan warga yang berpartisipasi. juga menyerukan keterlibatan komunitas yang berkelanjutan. Warga juga dapat segera melaporkan kemungkinan kejahatan.

“Lek onok yang tidak saling kenal, cangkruk-cangkruk, (kalau ada orang asing di lagi nongkrong, berkelompok, warga harus bertanya). Kami akan bawa ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, memastikan remaja mendapatkan pengamanan.

“Kami amankan 12 kendaraan membawa senjata tajam, kami amankan dan tangani. Tentu saja, kami akan menerapkan undang-undang khusus tentang kepemilikan senjata tajam kepada pengangkut ini, sementara pengemudi tidak mematuhi aturan, kami akan mendenda mereka,” dia dikatakan.

4.Eri Cahyadi Buru Tokoh Penting Gangster
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, gangguan ketertiban dan kenyamanan warganya tidak akan ditoleransi.

Eri Cahyadi mengikuti tempat pertemuan para anggota gengster tersebut sampai ia melihat sosok koordinator gengster yang disebut “Panglima”. Sosok koordinator ini biasanya adalah penggagas pertempuran masing-masing kelompok.

“Sebelumnya saya sampaikan kepada Pak Kapolrestabes (Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan) jika pimpinan komplotan ditangkap, akan mudah mendapatkan informasi dari anak buahnya,” kata Wali Kota Eri di Surabaya, Minggu.

Tidak hanya mencegah pertempuran, tetapi juga memandu Anda menemukan karakter utama.

“Kalau begitu kita masuk ke semua rumah dan tidak salah, tapi kita masuk sekolah nasional, kita membentuk karakter”, katanya.

Bukan dengan cara represif, tetapi petugas memberikan pendidikan karakter, terutama kepada para remaja. Kaum muda memahami konsep persatuan dan hakikat menjaga negara.

Semoga terbentuk karakter anak-anak, sehingga nantinya dapat berkontribusi positif bagi kota Surabaya dan negara. Selain warga Surabaya, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Gresik untuk memperkuat pencegahan, karena beberapa anggota bahkan sekelompok anggota gengster diduga berasal dari luar Surabaya.

“Kami berkoordinasi dengan Gubernur Sidoarjo (Ahmad Muhdlor Ali) dan Gubernur Gresik (Fandi Akhmad Yani) untuk melakukan tindakan yang sama. Jangan sampai terjadi di Kota Surabaya, malah terjadi di kota lain,” katanya.

Selain itu, ajak semua warga untuk bekerja sama menghilangkan perkelahian dan gangster di Kota Pahlawan. Bersama TNI/Polri dan ormas, gengster mudah ditumpas.

Sebelumnya pada Sabtu malam (3 Desember 2022), petugas gabungan yang dipimpin Cak Er menggerebek beberapa tempat yang biasa menjadi medan perang.

Akibatnya, polisi menangkap 12 pemuda yang diduga melakukan aksi perkelahian tersebut. Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto menambahkan, operasi gabungan ini akan terus dilakukan TNI/Polri, LPMK, ormas dan warga di 31 kecamatan.

“Walikota menegaskan warga harus turun untuk menjaga kota ini. Sebab, kasus ini membutuhkan campur tangan masyarakat. Kami juga menyurati seluruh bupati agar melaksanakan pemantauan dan pengamanan mandiri di wilayahnya,” kata Eddy.

Serangan merupakan kelanjutan dari insiden tawuran di beberapa wilayah Surabaya akhir-akhir ini. Bahkan, ada yang menyebabkan kematian dan merusak rumah warga.

Petugas juga menangkap satu ketua gengster di kota Surabaya. Aktivitas gengster di Surabaya meresahkan warga, termasuk penangkapan pimpinan gengter Guk-Guk.

Komandan Gangster Guk-Guk Ardan (21) juga ditangkap bersama enam temannya pada 29 November di sebuah kedai di Jalan Luntas, Kecamatan Tambak Sari.
Ardan mengungkapkan kepada polisi bahwa gengster di kota Surabaya cukup banyak.

“Jumlahnya sangat banyak. Mungkin ada belasan,” kata Ardan, Kamis (12/1/2022). konten liar .di jejaring sosial.Surabaya jalan-jalan.

Jasa Rilidigital