berita  

Ternyata di Daerah Ini Nabi Isa AS akan Turun Jelang Hari Kiamat

Ilustrasi Terbenamnya Matahari di Suatu Daerah Sumber : Istimewa/istockphoto.com

Religi – Dalam ceramah ustaz Abdul Somad, bahwasanya dia sebutkan dari shahi Al Buqari, di mana Nabi SAW katakan, tidak akan terjadi hari kiamat sampai datang anak Mariam.

Maksud anak Mariam, ustaz Abdul Somad katakan adalah Nabi Isa AS, di mana Nabi Isa AS sebagai hakim yang adil dana akan turun ke bumi jelang hari kiamat.

“Bukankah Nabi Isa AS sudah meninggal? mereka tidak berhasil membunuh Nabi Isa, dan mereka juga tidak berhasil menyalibnya, ada orang lain yang diserupakan wajah dengan Isa AS, dia adalah Yudas dan Yudas adalah Yakuza yang ditangkap tentara Yahudi yang akan Isa dan mereka menyalibnya di tiang Golgotha. Dan mereka mengatakan, ini lah dia, maka kata Allah, mereka tidak yakin seyakinnya tentang itu,” kata Abdul Somad dilansir dari kanal YouTube Fans Ustadz, Sabtu (29/10/2022).

Sambungnya menejelaskan, bahwa nabi Isa AS tidak meninggal dunia tetapi diangkat Allah SWT dan akan diturunkan sampai menjelang di hari kiamat.

Lantas, di daerah manakah Nabi Isa AS akan diturunkan oleh Allah SWT. Dilansir dari Viva, pada Sabtu (29/10/2022), tanda besar hari kiamat adalah turunnya Nabi Isa AS ke bumi, sebagaimana dalam hadis riwayat Abu Said Al-Khudri yang diriwayatkan Imam Bukhari, Ibnu Majah, dan Abu Dawud.

Hadis an-Nawwas bin Sam’an yang diriwayatkan Muslim mengatakan, Rasulullah SAW bersabda setelah Dajjal keluar dan membuat kerusakan Nabi Isa AS akan turun ke Bumi.

Dalam beberapa riwayat dikatakan, Nabi Isa adalah seorang laki-laki dengan perawakan tidak tinggi juga tidak pendek, kulitnya kemerah-merahan, rambutnya keriting, dada bidang, rambutnya meneteskan air seolah-olah beliau baru keluar dari kamar mandi, beliau membiarkan rambutnya terurai memenuhi kedua pundaknya.

Nabi Isa akan turun di menara putih sebelah timur Damaskus di Syam. Damaskus atau Damsyik adalah ibu kota dan kota terbesar di Suriah.

Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam “Kitab Asyraathus Saa’ah” (1955) mengatakan, saat turun ke Bumi Nabi Isa memakai dua helai pakaian yang dicelup minyak ja’faran.

Jika beliau menundukan kepala, maka turunlah rambutnya, dan bila mengangkatnya, maka berjatuhanlah keringatnya bagaikan butir-butir mutiara, tidaklah seorang kafir pun yang mencium nafasnya melainkan dia akan mati, sementara nafasnya sejauh pandangannya.  Nabi Isa akan turun di kalangan ath-Thaaifah al-Manshuurah yang berperang di atas kebenaran.

Nabi Isa turun pada waktu didirikannya sholat shubuh dan beliau sholat di belakang pemimpin golongan tersebut.  Ibnu Katsir menambahkan, inilah yang paling mahsyur tentang tempat turunnya Nabi Isa, yaitu di atas menara putih bagian timur kota Damaskus.

“Saya telah melihat pada sebagian kitab sesungguhnya dia akan turun di menara putih sebelah timur Masjid Jami Damaskus,” ujar Ibnu Katsir.

Barangkali inilah pendapat yang lebih terpelihara, kata Ibnu Katsir, sebab di Damaskus tidak dikenal ada menara di bagian timur selain menara yang terdapat di sisi Masjid Jami al-Umawi di Damaskus.

Namun, menurut Sami bin Abdullah Al-Maghluts dalam bukunya Athlas Tarikh al-Anbiya’ wa ar-Rasul, ada dua buah menara yang sangat mirip.

Kedua menara itu adalah menara Masjid al-Umawi dan menara tembok Damaskus. Kedua tempat itu mempunyai kemiripan yang diduga di sanalah Nabi Isa akan turun. Sementara turunnya Nabi Isa juga ada dalam Al Quran.  “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Wahai ‘Isa, Aku mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.” (QS Ali Imran: 55).

Jasa Rilidigital