Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud, Sesuai dengan Anjuran Nabi Muhammad SAW

ilustrasi sholat Sumber : Freepik/h9images

 

Religi – Sholat tahajud merupakan salah satu amalan yang sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Amalan sunnah ini dikerjakan pada waktu sepertiga malam.

Sholat tahajud memiliki keistimewaan yang luar biasa, dimana salah satunya adalah mendapatkan tempat yang terpuji. Sebagaimana firman Allah dalam Quran Surat Al Isra, “Dan pada sebagian malam hari sembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ : 79)

Dalam ajaran agama Islam, bagi siapapun hambanya yang rela bangun tidur hanya untuk beribadah melakukan sholat tahajud dan menyebut nama Allah di sepertiga malam, maka akan Allah berikan banyak kebaikan dan keberkahan. Ditambah, bagi umat Muslim yang mengakhiri amalan sunnah ini dengan doa dan dzikir setelah sholat Tahajud maka akan Allah berikan kemuliaan yang luar biasa.

Hal tersebut lantaran, dzikir setelah sholat tahajud menjadi pelengkap serta penyempurna amalan sunnah umat Muslim di sepertiga malam. Bagi umat Muslim yang mengakhirinya dengan doa dan dzikir setelah tahajud, maka akan mendapatkan keutamaan yang tidak terduga. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa`alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar? Beliau berkata: ‘Doa di tengah malam terakhir, serta setelah salat-salat wajib’.” (HR. Tirmidzi).

Dzikir Setelah Sholat Tahajud

iStockPhoto: evanto element

 

Umat Muslim dianjurkan untuk berdzikir setelah melakukan sholat tahajud. Terdapat beberapa dzikir setelah sholat tahajud yang bisa Anda lafazkan di sepertiga malam. Hal ini tentu sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Adapun dzikir setelah sholat tahajud berikut ini,

Dzikir 1

Laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariikalah lahulmulku walahul hammdu wahuwa ‘alaa kulli syayin qadiir. Subhaanallah walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallaahu akbar walaa haula walaa quwwata illaa billahii

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah,”

Dzikir 2

Subhaanaka allahumma wa bihamdika asyhadu anlaa ilaaha illaa ainta astaghfiruka wa atuubu ilaiih.

Artinya: Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku memohon ampun kepada Engkau dan bertobat kepada Engkau.

Doa Setelah Sholat Tahajud

Freepik/tyasindayanti

 

Allaahumma lakalhamdu anta qayyimus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, laka mulku samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu, anta malikus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu, antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waliqaa uka haqqun, waqauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wannabbiyuuna haqqun, wa muhammadun sallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, wassa’atu haqqun.  Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa’alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu wamaa akhrartu, wamaa asrartu wamaa a’lantu, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan  langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya.  Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal. Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan, tidak ada tuhan melainkan Engkau”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jasa Rilidigital